BPBD Perkuat Koordinasi Penanganan Titik Rawan Tenggelam

Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan memperkuat koordinasi dengan kelurahan serta dinas teknis untuk menangani titik-titik rawan tenggelam secara lebih permanen. Upaya ini dilakukan setelah rangkaian kasus tenggelam terjadi di waduk, bekas galian dan saluran air dalam dua bulan terakhir dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan pihaknya tidak ingin penanganan hanya berlangsung sementara. Ia menyampaikan langkah permanen menjadi kebutuhan mendesak mengingat pola kejadian terus berulang. BPBD ingin memastikan bahwa pagar, penutup akses, maupun rambu-rambu bahaya terpasang di lokasi yang benar-benar membutuhkan pengamanan ekstra.

“Perta yang kami lakukan menelusuri status legalitas lahan. Kami ingin meminimalkan risiko. Apalagi anak-anak paling rentan. Kami imbau warga benar-benar berhati-hati,” ujarnya, Selasa (18/11).

BPBD, lanjut Usman, menemukan penanganan di beberapa titik terhambat status lahan. Pemasangan pagar pengaman tidak dapat dilakukan tanpa kejelasan kepemilikan dan izin pemanfaatan lahan tersebut. Karena itu, BPBD mengajak kelurahan dan dinas terkait untuk menyelesaikan hambatan administrasi ini sesegera mungkin.

“Kami memperkuat koordinasi agar pemasangan pagar di titik rawan tidak terkendala status lahan. Semua harus jelas, supaya penanganan permanen bisa berjalan tanpa hambatan,” jelasnya.

Menurut Usman dalam dua bulan terakhir, BPBD Balikpapan menangani sejumlah kejadian tenggelam yang melibatkan anak-anak maupun orang dewasa. Insiden terjadi di waduk, kubangan bekas galian hingga saluran air yang dipenuhi aliran deras saat hujan. Beberapa titik bahkan pernah mengalami kejadian berulang. Pihaknya menilai kasus tersebut sudah menjadi peringatan serius penanganan struktural perlu dilakukan.

“Kalau lokasi berbahaya terus dibiarkan tanpa pembatas, risiko kejadian berulang akan tetap tinggi. Makanya perlu pengamanan permanen. Penanganan yang benar-benar bertahan dalam jangka panjang. Ini bukan hanya soal pagar tapi juga soal membangun kesadaran masyarakat,” tuturnya.

Selain koordinasi lintas instansi, tambah Usman, BPBD juga melakukan survei lapangan untuk memetakan titik yang paling mendesak. Pemasangan pagar permanen, penguatan tepi saluran hingga penutupan beberapa akses yang berbahaya termasuk dalam rencana aksi yang tengah disusun.

“Kami imbau warga tetap berhati-hati. Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama,” tambahnya. (ibn)