Disnaker Balikpapan Perkuat Kemitraan Agar Program Pelatihan Tetap Berjalan di Tengah Efisiensi Anggaran
BALIKPAPAN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Balikpapan berupaya memastikan program pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap berjalan meskipun menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi agar target program tahunan di bidang pelatihan tenaga kerja tetap dapat tercapai.
Menurut Adamin, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara umum turut berdampak pada alokasi dana untuk pelaksanaan pelatihan, baik pada tahun sebelumnya maupun pada rencana kegiatan tahun 2025. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan berbagai program agar tetap dapat berjalan secara efektif.
Meski demikian, Disnaker Balikpapan memastikan kegiatan pelatihan tidak akan dihentikan. Pihaknya memilih mencari solusi alternatif agar target peningkatan keterampilan tenaga kerja tetap dapat diwujudkan.
“Efisiensi anggaran tentu berpengaruh terhadap program yang kami jalankan. Namun kami tetap berupaya agar target tahunan bisa tercapai dengan berbagai cara, salah satunya melalui penguatan kemitraan,” ujar Adamin, Senin (09/3/2026).
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng perusahaan serta lembaga pelatihan kerja untuk terlibat dalam pelaksanaan program. Melalui kerja sama tersebut, pembiayaan pelatihan tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Skema kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kegiatan pelatihan meskipun alokasi anggaran dari pemerintah mengalami penyesuaian. Dengan dukungan mitra, kegiatan pelatihan masih dapat dilaksanakan meskipun jumlah peserta kemungkinan tidak sebanyak sebelumnya.
“Pelatihan tetap kami laksanakan. Memang ada kemungkinan volumenya berkurang karena penyesuaian anggaran, tetapi kami tetap berusaha agar target program bisa terpenuhi melalui dukungan berbagai pihak,” jelasnya.
Selain memperkuat program pelatihan, Disnaker Balikpapan juga memaksimalkan program pemagangan sebagai salah satu upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus memberikan pengalaman kerja kepada para pencari kerja.
Saat ini terdapat dua skema pemagangan yang dijalankan, yakni program magang nasional dan magang mandiri. Program magang nasional dibiayai oleh kementerian terkait sehingga tidak membebani anggaran pemerintah daerah.
Sementara itu, program magang mandiri menjadi salah satu fokus pengembangan Disnaker Balikpapan ke depan. Melalui program tersebut, para pencari kerja dapat memperoleh kesempatan belajar langsung di dunia industri dengan dukungan dari perusahaan mitra.
Adamin berharap melalui berbagai strategi tersebut, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Balikpapan tetap dapat berjalan optimal meskipun menghadapi tantangan keterbatasan anggaran. Pemerintah juga terus mendorong sinergi dengan berbagai pihak agar program pengembangan tenaga kerja dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (***/Adv Diskominfo Balikpapan)
