DLH Perluas Edukasi Lingkungan
Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memperluas program edukasi lingkungan ke berbagai lini. Mulai dari sekolah, rumah tangga hingga tempat usaha. Langkah ini bertujuan membentuk budaya memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di tengah masyarakat.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyebut edukasi menjadi kunci utama dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Ia menyampaikan bahwa program ini tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga orang tua, pelaku usaha, dan masyarakat umum yang memiliki peran besar dalam pengelolaan sampah di kota.
“Kami ingin seluruh warga, mulai dari anak-anak hingga pelaku usaha, paham cara memilah sampah dan menghindari plastik sekali pakai. Edukasi menjadi pondasi untuk mengubah perilaku dan kebiasaan masyarakat,” ujarnya, Kamis (15/05).
DLH Balikpapan, lanjut Sudirman, sudah merancang berbagai metode penyuluhan. Seperti kegiatan sosialisasi di sekolah, lingkungan permukiman, serta kerja sama dengan pelaku usaha untuk menerapkan kebijakan ramah lingkungan. Termasuk menggandeng organisasi lingkungan dan komunitas lokal untuk memperluas jangkauan program.
“Kami bekerja sama dengan sekolah dan komunitas dalam menyampaikan materi lingkungan secara interaktif. Anak-anak, misalnya, sangat antusias jika diajak membuat kerajinan dari barang bekas. Dari situ mereka belajar kegunaan sampah jika dikelola secara benar,” jelasnya.
Menurut Sudirman pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, DLH mendorong keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar Balikpapan terus menjaga reputasinya sebagai kota bersih dan ramah lingkungan. Di mana peran aktif masyarakat turut menentukan. Terutama pada kebiasaan memilah sampah, membawa tas belanja sendiri hingga menolak penggunaan produk plastik.
“Kita perlunya langkah konkret. DLH berharap masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. Agar visi kota bersih dan berkelanjutan dapat terwujud secara nyata,” tuturnya lagi.
Sudirman menyebut prilaku masyarakat Balikpapan ini mampu menjadikan kota percontohan bagi daerah lain dalam pengelolaan lingkungan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha menjadi fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut. “Balikpapan kan tradisinya dapat adipura. Itu tentu berasal dari kebiasaan warganya menjaga kebersihan. Bukan hanya dari sisi kebijakan pemerintah,” tambahnya. (man)
