DLH Siapkan Tim Pengawas Pedagang Kurban

Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menyiapkan tim pengawasan aktivitas penjualan hewan kurban. Hal itu sebagai antisipasi kebersihan kota menjelang Hari Raya Idul Adha. Di mana dalam beberapa pekan terakhir mulai bermunculan pedagang musiman di kota minyak.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengakui saat ini mulai marak pedagang hewan kurban. Maka pihak pemerintah perlu mengingatkan mereka untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi penjualan.

“Kami akan menurunkan tim pengawasan untuk memastikan tidak ada dampak negatif dari aktivitas tersebut. Terutama terkait dengan limbah atau kotoran hewan. Nah, kita ingin jangan sampai kotorannya mengganggu lingkungan,” ujarnya, Senin (19/05).

Tim pengawasan ini, lanjut Sudirman, akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (DP3), kelurahan, kecamatan hingga Satpol PP. Langkah ini bertujuan menjaga kebersihan kota dari dampak negatif penjualan hewan, seperti limbah dan kotoran yang dapat mencemari lingkungan.

“Ya kami memprioritaskan kebersihan dan kenyamanan warga selama masa penjualan hewan kurban. Kita akan cek bersama tim, DP3, kelurahan, kecamatan, Satpol PP. Kalau ada laporan atau gangguan, kita akan langsung turun bersama,” jelasnya.

Menurut Sudirman pemerintah mengingatkan para pedagang untuk tidak membuang limbah hewan sembarangan dan menyediakan fasilitas kebersihan di lokasi penjualan. DLH menilai langkah preventif ini penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan menghindari pencemaran lingkungan. Apalagi bau kotoran hewan cukup menyengat saat melintas.

“Kita tidak melarang orang berjualan dan mencari penghasilan. Asalkan tetap mematuhi aturan kebersihan lingkungan. Makanya kami menurunkan tim pengawasan untuk memastikan tidak ada dampak negatif dari aktivitas tersebut,” tuturnya lagi.

Sudirman menyebut tim akan melakukan inspeksi secara berkala dan merespons cepat setiap laporan dari masyarakat terkait pelanggaran kebersihan. DLH berharap para pedagang hewan kurban dapat bekerja sama menjaga kebersihan. Termasuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah setempat. Agar kolaborasi antara pemerintah, pedagang dan masyarakat berjalan sukses.

“Kita tidak ingin menunggu sampai lingkungan sudah tercemar. Begitu ada laporan, kami akan tindaklanjuti secepatnya. Kami tidak melarang masyarakat berjualan hewan kurban, tapi kami ingin semua pihak tetap menjaga kebersihan. Ini tanggung jawab bersama,” tutupnya. (man)