DLH Ajak Warga Awasi Penjualan Hewan Kurban
Balikpapan – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana meminta masyarakat membuat laporan jika mendapati pencemaran lingkungan terkait penjualan hewan kurban. Hal itu juga sebagai bentuk kepedulian lingkungan dari pihak warga setempat. Mengingat kebersihan harus menjadi perhatian utama para pedagang hewan kurban, baik dari sisi hewannya maupun lingkungan tempat berjualan.
Sudirman menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan gangguan dari masyarakat terkait penjualan hewan kurban. Namun jika ditemukan adanya pelanggaran pemerintah setempat akan turun ke lapangan. Termasuk menyarankan agar ada pemindahan lokasi berjualan dari sekitar pemukiman.
“Kalau kemudian ada gangguan lingkungannya, kita akan sarankan tidak berlokasi di situ. Kebersihan harus menjadi perhatian utama para pedagang hewan kurban, baik dari sisi hewannya maupun lingkungan tempat berjualan,” ujarnya, Senin (19/05).
Untuk itu, lanjut Sudirman, DLH mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan pencemaran lingkungan yang terjadi. Khususnya akibat aktivitas penjualan hewan kurban. Imbauan ini ia sampaikan sebagai bentuk ajakan kepada warga untuk turut peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan menjelang Hari Raya Idul Adha.
“Kan terkait dengan sapi-sapi dalam rangka dijual atau kurban kan memang dia harus sejenis kan, harus bersih, baik sapinya maupun lingkungannya. Jangan sampai berjualan lalu mengotori lingkungan. Kalau kemudian ada gangguan lingkungannya, kita akan sarankan tidak berlokasi di situ,” jelasnya.
Menurut Sudirman pedagang wajib menjaga kebersihan lokasi penjualan. Ia menyebutkan kebersihan tidak hanya berlaku bagi kondisi fisik hewan tetapi juga menyangkut lingkungan sekitar. Karena itu DLH Balikpapan terus mengingatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami minta masyarakat berperan aktif. Kalau ada pencemaran lingkungan dari lokasi penjualan hewan kurban, silakan laporkan. Ini bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar. Jangan diam saja,” tuturnya lagi.
Sudirman berharap warga tidak ragu menyampaikan laporan jika melihat kondisi lingkungan yang tidak layak atau mengganggu kenyamanan masyarakat. DLH juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah lainnya, termasuk kelurahan dan kecamatan, untuk memastikan seluruh lokasi penjualan hewan kurban berada dalam kondisi yang tertib dan bersih.
“Warga bisa bantu pantau. Kalau ada pedagang yang tidak menjaga kebersihan, segera informasikan ke kami. Kami akan cek langsung ke lokasi. Kami tidak melarang orang berjualan. Tapi, kami minta semuanya tertib dan patuh aturan,” tambahnya. (man)
