Enam Combine Harvester Masuk Kutim, Bantu Efisiensi Panen Petani

Kutai Timur – Mekanisasi panen padi di Kutai Timur (Kutim) mendapat tambahan dukungan melalui enam unit combine harvester. Bantuan alat panen berukuran besar itu diarahkan untuk membantu petani mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan efisiensi saat memasuki masa panen.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Purno Edi, menyebut keberadaan alat tersebut menjadi bagian dari dukungan sarana pertanian yang dibutuhkan kelompok tani. Penggunaannya diharapkan dapat meringankan pekerjaan petani di lapangan.
Enam combine harvester tersebut tersebar di sejumlah wilayah pertanian Kutim. Dalam penjelasan Purno, alat itu antara lain berada di kawasan Long Mesangat, Telen, dan Sangatta Selatan yang menjadi bagian dari wilayah penerima dukungan mekanisasi panen.
Di Long Mesangat, salah satu alat ditempatkan pada Brigada Pangan Berapo Sejahtera yang diketuai Suwardi. Sementara unit lainnya disebut berada pada Brigada Pangan Nemani Urip dengan Titus Udau sebagai ketua.
Keberadaan mesin panen tersebut dinilai memberi perubahan pada proses kerja di lahan. Penggunaan alat memungkinkan pekerjaan panen dilakukan dengan dukungan teknologi mesin, sehingga ketergantungan terhadap tenaga manual dapat ditekan.
“Ini sangat membantu secara efisiensi kerja. Alat berat yang bisa digunakan oleh petani kita,” ujar Purno Edi.
Selain mempercepat pekerjaan, pemanfaatan combine harvester menjadi bagian dari dorongan transformasi usaha pertanian. Petani diharapkan dapat menyesuaikan pola kerja dengan penggunaan peralatan modern agar kegiatan produksi tetap berjalan dengan baik.
Purno menilai bantuan alat tidak berhenti pada pengadaan dan penyaluran. Pemanfaatannya perlu dijaga agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan, termasuk dengan memastikan alat digunakan secara tepat oleh kelompok penerima.
“Penganggaran alat ini cukup besar sehingga kami berharap petani tetap semangat melakukan aktivitas usahanya, kemudian bisa dimanfaatkan bersama-sama dan alat ini juga terpelihara dengan baik,” kata Purno.
Dengan tambahan enam combine harvester tersebut, dukungan mekanisasi diharapkan semakin membantu petani Kutim menghadapi kebutuhan panen. Pengelolaan alat secara bersama dan pemeliharaan yang baik menjadi bagian penting agar fasilitas tersebut tetap dapat digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian.(Adv/Kominfo/KK)
