Tinggal Satu Desa, Kutim Kejar Pemerataan PAUD hingga Pelosok

KUTAI TIMUR – Pemerataan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kutai Timur (Kutim) terus dikejar pemerintah daerah. Dari seluruh desa yang ada, hampir seluruhnya disebut telah memiliki layanan PAUD dan kini tinggal satu desa yang belum memilikinya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, mengatakan pemerintah terus mendorong keberadaan minimal satu PAUD di setiap desa.
“Kita juga mendorong semua desa harus ada satu PAUD minimal,” kata Mulyono.
Menurutnya, keberadaan PAUD menjadi bagian penting dalam mempersiapkan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Pemerintah ingin memastikan anak-anak di wilayah desa tidak kehilangan kesempatan mendapatkan layanan pendidikan pada tahap awal perkembangan.
Mulyono menyebut capaian pemerataan PAUD saat ini sudah mendekati 100 persen.
“Alhamdulillah sampai hari ini sudah hampir 100 persen, tinggal satu desa aja lagi yang belum punya PAUD,” ujarnya.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan lanjutan bagi Disdikbud untuk menuntaskan pemerataan hingga desa terakhir. Pemerintah daerah berharap kekurangan satu desa tersebut dapat segera diselesaikan.
Pemerataan PAUD juga berkaitan dengan agenda pendidikan jangka panjang Kutim. Pemerintah daerah tengah mempersiapkan penerapan wajib belajar 13 tahun yang menempatkan pendidikan sebelum sekolah dasar sebagai bagian penting dalam kesinambungan layanan pendidikan.
Dengan semakin meratanya PAUD, pemerintah memiliki modal awal untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini. Namun, keberadaan satuan pendidikan juga perlu diikuti dengan kualitas layanan, tenaga pendidik dan sarana pembelajaran yang memadai.
Karena itu, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan setiap desa memiliki PAUD, tetapi menjaga agar layanan yang tersedia benar-benar mampu memberikan pembelajaran yang sesuai bagi anak.
Mulyono memastikan pemerintah masih akan menyelesaikan desa yang belum memiliki PAUD.
“Insyaallah tadi kita akan selesaikan juga,” katanya.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan anak di Kutim sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan dasar.(Adv/Kominfo/KK)
