Harga Murah Jadi Syarat Desalinasi
Balikpapan – PDAM menginginkan harga murah dari proyek desalinasi air laut yang akan dilelang pada tahun ini. Syarat harga murah tersebut diberlakukan agar harga jual dari PDAM kepada pelanggan bisa terjangkau oleh masyarakat. Mengingat penyulingan air laut menjadi air bersih menjadi salah satu solusi ketersediaan air bersih di kota minyak.
Direktur Utama PDAM Balikpapan, Haidir Effendi mengatakan beberapa waktu lalu dirinya bersama Walikota Rizal Effendi sempat meninjau desalinasi yang dilakukan perusahaan tambak undang di Kota Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Hanya saja dari perhitungan harga jual ke masyarakat secara ekonomi sangat mahal sehingga bisa sulit terjangkau oleh pelanggan.
“Ada yang dulu saya dibawa Pak Rizal di Lombok yang punya Pak Dahlan Iskan itu kecil yang ditambak udangnya, tapi teknologinya mirip-mirip itu sempat ditinjau. Teknologinya ada tapi bicara ke ekonomiannya jangan sampai kita jual ke masyarakat tapi masyarakat tidak mampu membelinya, teknologinya mahal,” ujarnya.
Hal yang sama, menurut Haidir terjadi pada penawaran harga jual ke PDAM dalam lelang desalinasi air laut yang sebelumnya. Dimana dalam lelang tersebut rata-rata harga jual investor sulit terjangkau masyarakat sebagai pelanggan. Meski begitu pihak PDAMtetap mengupayakan penggunaan teknologi desalinasi yang murah dan harga jualnya bersahabat dengan kemampuan para pelanggan di Balikpapan.
“Mereka jual ke kita Rp 15 ribu, itu sangat tinggi sekali Rp 15 ribu itu. Nanti kita jual ke pelanggan jadinya berap. Kan itu harus kita pikirkan juga agar mudah terjangkau. Karena memang desalinasi ini kan ongkosnya mahal, karena biasanya di energi pengolahannya,” tambahnya. (man)
