Hetifah Dorong Percepatan Penyaluran PIP dan Insentif Guru Non ASN

BALIKPAPAN — Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya menghadirkan solusi konkret dalam penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) dan insentif bagi guru non-aparatur sipil negara (non-ASN).
Hal itu ia sampaikan saat sosialisasi PIP dan Program Insentif Guru Non-ASN di Aula SMK Negeri 1 Balikpapan, Sabtu (27/9/2025).
Salah satu langkah nyata yang dihadirkan adalah layanan mobil perbankan di sekolah, sehingga aktivasi rekening penerima PIP bisa langsung dilakukan tanpa menunggu lama. “Selama ini banyak pencairan tertunda karena rekening belum aktif. Dengan layanan ini, hambatan bisa segera diatasi,” ujar Hetifah.
Ia menambahkan, terobosan tersebut terinspirasi dari pengalaman sekolah-sekolah di pedalaman yang harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus rekening. Ke depan, aktivasi PIP juga berpotensi dilakukan melalui aplikasi digital agar lebih mudah dijangkau siswa.
Selain PIP, Hetifah juga mendorong agar insentif guru non-ASN segera direalisasikan. Pemerintah berencana memberikan Rp300.000 per bulan, dengan syarat tertentu yang diatur dinas terkait. “Kesejahteraan guru harus jadi prioritas. Semakin cepat diterima, semakin baik dampaknya bagi motivasi mereka mengajar,” katanya.
Menurut Hetifah, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan dana bagi siswa, tetapi juga oleh kesejahteraan guru. “Anak-anak tidak boleh terhenti sekolah, dan guru tidak boleh merasa terabaikan. Keduanya harus berjalan seiring,” ujarnya.
(MAN)