Kader Keamanan Pangan Gunung Sari Ilir Jadi Garda Depan Jaga Kesehatan Warga

BALIKPAPAN – Warga Kelurahan Gunung Sari Ilir (GSI) kini punya peran baru: menjadi penjaga keamanan pangan di lingkungannya. Melalui program Kelurahan Pangan Aman 2025 yang diinisiasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Balikpapan, para kader keamanan pangan dilatih untuk mengedukasi dan membina pelaku usaha pangan, mulai dari warung makan, UMKM, hingga kantin sekolah.

Program ini merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan (Germas Sapa) yang menekankan pemberdayaan masyarakat. Kader tidak hanya menerima pelatihan, tapi juga turun langsung memberikan sosialisasi dan memantau penerapan standar keamanan pangan di lapangan.

Dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pekan lalu, Tim Keamanan Pangan GSI memaparkan capaian dan rencana kerja 2025, termasuk pendataan dan pembinaan 40 tempat usaha. “Dengan adanya kader, warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tapi juga penggerak yang memastikan keamanan pangan terjaga,” ujar Sekretaris Kecamatan Balikpapan Tengah, Netty Musriani.

Netty menambahkan, keberhasilan GSI menjadi kelurahan percontohan tidak lepas dari peran aktif warga yang bersedia menjadi bagian dari tim. “Harapannya, kebiasaan ini menjadi budaya bersama, sehingga kesehatan masyarakat terjaga jangka panjang,” katanya.

BPOM Kota Balikpapan menilai keberadaan kader di GSI adalah langkah strategis yang bisa direplikasi di kelurahan lain, karena melibatkan warga sebagai ujung tombak pengawasan dan edukasi pangan aman di tingkat komunitas.
(Man)