Kampung Blora Jadi Model Kolaborasi Warga dan Pemerintah Wujudkan Kampung Tematik
BALIKPAPAN – Upaya mewujudkan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat mulai tampak nyata di Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah. Melalui kegiatan Pasar Rakyat Kampung Blora yang digelar Sabtu (8/11), kawasan ini resmi diarahkan menjadi Kampung Tematik Blora, hasil kolaborasi erat antara warga dan pemerintah.
Langkah ini menjadi bentuk nyata sinergi antara masyarakat, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali nilai kebersamaan serta mengembangkan potensi lokal. Sebelumnya dikenal sebagai “Kampung Sedekah”, kawasan ini kini bertransformasi menjadi kampung tematik dengan fokus pada penguatan identitas budaya dan ekonomi kreatif.
Camat Balikpapan Tengah Ariefdah Aida Kuntjoro menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif warga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kampung Blora punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi kampung tematik. Kuncinya ada di kolaborasi antara warga, pemerintah, dan forum UMKM,” ujarnya.
Ia menambahkan, program kampung tematik seperti ini bukan hanya memperindah kawasan, tetapi juga memperkuat perekonomian dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Sementara itu, Anggota DPRD Balikpapan Iim Rahman menilai bahwa Kampung Blora dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan potensi berbasis kekhasan masing-masing.
“Lima RT di kawasan ini bisa menjadi percontohan. Dari sini, kita dorong wilayah lain agar punya kampung tematik dengan ciri khas sendiri,” katanya.
Menurutnya, dukungan pemerintah dan DPRD akan terus diarahkan untuk memperkuat fasilitas serta kegiatan masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan.
“Budaya asal tetap dibawa, tapi harus berdampingan dengan budaya lokal. Di sinilah nilai harmoni itu terbentuk,” tambahnya.
Kampung Tematik Blora diharapkan menjadi model pengembangan wilayah yang tidak hanya menonjolkan keindahan dan budaya, tetapi juga menjadi wadah bagi pertumbuhan ekonomi warga berbasis gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat.
(Man)
