Pemkot Sebut 2.000 Anak Usia Dini Belum Sekolah
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan mencatat sekitar 2.000 anak berusia 5-6 tahun belum bersekolah. Padahal usia tersebut merupakan masa emas (golden age) dalam tumbuh kembang anak. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena berdampak langsung terhadap pembentukan karakter, kemampuan sosial, hingga kecerdasan emosional anak di masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan angka anak tidak sekolah (ATS) di kelompok usia ini masih tergolong tinggi. Pihak pemerintah menganggapnya perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Mulai dari orang tua, lembaga pendidikan hingga warga sekitar.
“Angka ATS kita masih tinggi. Banyak orang tua justru lebih memilih mengarahkan anaknya ke kursus calistung (membaca, menulis, berhitung). Jadi ini sudah salah paham. Itu kan bukan syarat masuk sekolah,” ujarnya, Jumat (08/11).
Menurut Irfan, banyak orang tua masih salah memahami esensi pendidikan anak usia dini (PAUD). Fokus mereka lebih tertuju pada aspek akademik. Sementara aspek karakter, kreativitas dan kemampuan sosial justru terabaikan. Hal ini bisa berdampak pada kecerdasan emosional pada anak yang berdampak pada tumbuh kembangnya.
“PAUD bukan tempat anak belajar membaca dan berhitung, tapi ruang bagi anak untuk mengenal lingkungan, berinteraksi dan membangun rasa percaya diri. Itulah dasar dari pendidikan seumur hidup. Anak kita harus cerdas emosinya,” jelasnya.
Irfan menilai, fenomena ini muncul karena sebagian masyarakat masih memandang pendidikan formal hanya penting dimulai di tingkat SD. Padahal, usia 5-6 tahun adalah fase penting untuk menanamkan nilai-nilai dasar seperti disiplin, empati dan kemampuan bekerja sama. Di situ akan memunculkan anak yang cerdas dalam pergaulan dan pandai membawa diri.
“Kalau anak tidak mendapat stimulasi sosial dan emosional sejak dini, mereka akan kesulitan beradaptasi saat masuk sekolah dasar. Ini bukan sekadar soal bisa membaca atau menulis, tapi kesiapan mental dan karakter,” tuturnya lagi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, tambah Irfan, Disdikbud Balikpapan berkomitmen memperluas jangkauan layanan PAUD dan memperkuat sosialisasi pentingnya pendidikan anak usia dini kepada masyarakat. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan kelurahan dan lembaga masyarakat dalam mendeteksi anak-anak usia dini yang belum terdaftar di lembaga pendidikan. (man)
