Kejar Tunggakan, BPPDRD Tempuh Pendekatan Humanis

Balikpapan – Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan terus bergerak mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, otoritas pajak daerah tersebut sedang fokus menuntaskan tunggakan pajak dari sejumlah pelaku usaha. Meski terdapat kendala, BPPDRD memilih jalur komunikasi intensif untuk menjemput komitmen para wajib pajak.

Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham Mustari mengatakan pihaknya sedang menangani seluruh piutang pajak secara serius. Ia memantau langsung perkembangan setiap objek pajak yang masih memiliki kewajiban tertunda. Strategi jemput bola dan dialog menjadi kunci utama dalam proses penyelesaian ini.

“Semua tunggakan sedang proses. Kami terus mengawal setiap tahapan penagihan agar hak negara tetap terpenuhi,” ujarnya, Sabtu (11/04).

Idham menyebutkan berdasarkan hasil pemetaan lapangan, mayoritas pelaku usaha menunjukkan itikad baik untuk melunasi kewajiban mereka. Namun, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil menjadi faktor penghambat utama. Banyak pengusaha yang mengaku sedang berjuang mengatur arus kas internal mereka.

Idham mengungkapkan rata-rata keterlambatan pembayaran terjadi karena masalah keuangan di tingkat perusahaan. Para pelaku usaha tersebut memerlukan waktu tambahan untuk mengonsolidasikan dana mereka. BPPDRD memahami situasi tersebut namun tetap memberikan batasan waktu yang tegas bagi penyelesaian piutang.

“Rata-rata pengusaha terkendala finansial. Kami mendengar keluhan mereka, namun tetap menekankan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan Balikpapan,” lanjutnya.

Menurut Idham langkah BPPDRD ini mendapat apresiasi karena tidak sekadar menekan tapi juga memberikan solusi administratif. Tim di lapangan aktif memberikan pendampingan mengenai skema pembayaran yang memungkinkan bagi wajib pajak. Melalui cara ini, pemerintah kota berharap roda usaha tetap berputar sekaligus target PAD tercapai maksimal.

Pihak pemerintah meyakini penyelesaian tunggakan ini menjadi sangat krusial bagi keberlanjutan program pembangunan di Kota Beriman. Dana pajak tersebut nantinya mengalir kembali ke masyarakat dalam bentuk infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. Oleh karena itu, kepatuhan wajib pajak menjadi pilar utama kemajuan daerah.

“Harapan kami ada kesadaran kolektif para pengusaha. Kerja sama yang baik antara pemerintah dan sektor swasta akan mempercepat pemulihan ekonomi kota secara keseluruhan,” tambahnya. (san)