TP2DD Perkuat Infrastruktur Digital
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) berkomitmen menjaga keberlanjutan transformasi teknologi. Langkah ini tidak berhenti pada sosialisasi semata, namun berlanjut pada penguatan fondasi fisik dan sistem. TP2DD kini memfokuskan energi pada pemantauan efektivitas edukasi melalui mekanisme evaluasi berkala yang ketat.
Pemerintah, kata Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham Mustari, memahami kemajuan teknologi memerlukan dukungan sarana yang mumpuni. Oleh karena itu, komitmen penyediaan infrastruktur pendukung menjadi prioritas di setiap sudut kota. Pembangunan jaringan dan fasilitas digital kini menjangkau titik-titik strategis agar akses masyarakat semakin merata.
Ia menekankan pentingnya pengawasan pasca edukasi. Di mana evaluasi berkala memastikan setiap program digitalisasi berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Data dari lapangan menjadi bahan utama untuk menyempurnakan strategi pelayanan publik ke depan.
“Kami memantau secara langsung bagaimana masyarakat memanfaatkan sistem digital ini. Evaluasi rutin memungkinkan kami mendeteksi kendala teknis sejak dini dan segera memberikan solusi terbaik,” ujarnya, Jumat (10/04).
Idham menjelaskan infrastruktur yang memadai adalah tulang punggung keberhasilan Smart City. Pemerintah terus memperluas titik-titik akses internet gratis dan memperkuat server layanan pajak serta retribusi. Fasilitas yang andal memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga saat bertransaksi secara nontunai.
Sinergi yang kokoh antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam perjalanan ini. Partisipasi aktif warga dalam menggunakan aplikasi layanan publik sangat menentukan nilai kesuksesan program. TP2DD memposisikan masyarakat sebagai mitra strategis, bukan sekadar objek kebijakan semata.
“Keberhasilan Balikpapan sebagai kota cerdas sangat bergantung pada kolaborasi kita semua. Kami menyediakan sistemnya, dan masyarakat memanfaatkannya secara maksimal untuk kemajuan bersama,” jelasnya.
Menurut Idham integrasi teknologi di seluruh sektor akan mampu mendongkrak efisiensi birokrasi secara signifikan. Balikpapan kini bergerak maju menjadi model kota digital yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan warganya. Setiap masukan dari masyarakat menjadi catatan penting dalam proses evaluasi berkelanjutan ini.
“Kami buka saluran komunikasi dua arah untuk menampung aspirasi warga. Jadi saat ada kendala infrastruktur ada respon cepat terhadap keluhan publik. Ini yang menjadi fokus kami di tengah transformasi digital,” tambahnya. (san)
