KPU Libatkan Ormas Agama di Pilkada

Balikpapan – KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kota Balikpapan mengambil langkah strategis mengamankan pelaksanaan Pilkada. Yakni dengan menggandeng ormas keagamaan untuk memastikan kelancaran dan keamanan di lapangan. Di mana kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, meminimalkan potensi konflik dan menjaga ketertiban selama proses pemungutan suara.

Ketua KPU Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono menyebut pentingnya peran ormas keagamaan dalam masyarakat. Karena mereka memiliki jaringan yang luas dan pengaruh yang signifikan dalam komunitas. Hal ini akan membantu penyebaran informasi tentang Pilkada dan mendorong masyarakat menunaikan hak suaranya.

“Kan ada banyak kelompok di masyarakat. Salah satunya kelompok keagamaan. Di Islam saja ada NU dan Muhammadiyah. Keduanya merupakan organisasi massa Islam terbesar yang ada di tiap daerah,” ujarnya, Selasa (10/09).

Selain itu, lanjut Yudho, pihak KPU juga berkepentingan menjangkau kelompok yang kurang terlibat dalam proses demokrasi. Di situ tentu ormas keagamaan bisa menjadi mediator penyampainan pesan Pilkada. Makanya KPU melibatkan mereka dengan memberi pemahaman tentang prosedur pemilu dan keamanan selama pelaksanaan.

“Kami punya skema sosialisasi. Pemetaan yang ada menyasar 8 kelompok masyarakat. Salah satunya sektor keagamaan. Kan semua kelompok itu yang menjadi target partisipasipan pada Pilkada nanti. Makanya kita akan buatkan sosialisasi,” jelasnya.

Menurut Yudho, KPU juga menekankan pentingnya menjaga netralitas dalam Pilkada. Ormas keagamaan tentu dapat mengedukasi anggotanya untuk tidak terlibat dalam praktik politik yang merugikan. Seperti politik uang atau kampanye hitam. Hasilnya tentu pelaksanaan Pilkada yang bersih dan berintegritas.

“Ada banyak tantangan kita. Seperti hoaks dan disinformasi yang sering muncul menjelang pemilu. Kami lihat peran ormas keagamaan menjadi semakin vital. Mereka dapat membantu meluruskan informasi yang salah soal Pilkada,” tuturnya lagi.

Yudho berharap dukungan ormas keagamaan mampu meningkatkan partisipasi penggunaan hak suara. Terutama menghasilkan masyarakat yang teredukasi dengan baik tentang Pilkada. Makanya pihak KPU mengajak semua elemen ormas keagamaan untuk bersinergi dalam menciptakan pemilu yang aman, damai dan berintegritas.

“Yang pentingnya adalah mereka bisa mensosialisasikan secara baik tahapan demi tahapan bukan hanya kampanye. Ini harapannya bisa berperan aktif mengawal pelaksanaan Pilkada terutama terkait isu-isu positif. Dan juga untuk menghindari hoax, kampanye hitam atau juga kampanye negatif,” tambahnya. (man)