PDAM Ajak Warga Baca Meteran

Balikpapan – Tagihan bengkak masih mendominasi keluhan pelanggan di Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung PDAM Kota Balikpapan. Rata-rata mereka mengeluhkan tingginya pembayaran rekening air sementara pemakaian air bulanan tidak banyak.

Kepala sub bagian layanan pelanggan, Suryo Hadi Prabowo mengatakan pihaknya mengajak kepada pelanggan agar rutin mengontrol pemakaian air. Mengingat tagihan bengkak ini sering menjadi keluhan warga saat mau membayar tagihan air.

“Banyak keluhan yang masuk seputar tagihan rekening air membengkak. Ini mengharuskan pelanggan rajin mengontrol pemakaian air. Mungkin ada keran terbuka atau bocor,” ujarnya.

Untuk itu, Suryo mengajak warga menjadi pelanggan yang bijak. Di mana mereka dengan kesadaran harus rutin mengontrol pemakaian air tiap bulan. Terutama mengecek jumlah kubikasi pemakaian air. Hal itu bisa terlihat pada meteran air yang menunjukkan dua warna digit angka. Yaitu warna hitam untuk jumlah kubikasi (meter kubik) dan warna merah untuk jumlah liter.

“Nanti tinggal cek silang dengan datanya petugas pembaca meter. Misalkan, Biasanya kalau pembaca meter tanggal bacanya setiap tanggal 5, maka akan dicatat jumlah kubikasi pemakaian air. Kalau tertera di bulan Mei berupa angka 0016 lalu di bulan Juni 2021 menjadi 0030 berarti ada kenaikan 14 kubik,” jelasnya.

Menurut Suryo, setiap pelanggan wajib melakukan pengecekan terhadap pemakaian air yang tertera di meteran PDAM masing-masing. Sebab jika rutin melakukan pengecekan, tentu saat terjadi angka meter yang melonjak dapat segera tahu dan tidak kaget saat akhir bulan mengetahui jumlah tagihan melonjak.

“Makanya kami harap kepada seluruh pelanggan, agar rutin mengontrol pemakaian air di rumah setiap bulannya. Jika ada kondisi-kondisi yang perlu dikonsultasikan dapat menghubungi nomor layanan pelanggan di nomor (0542) 878 991/ 878 992 atau WA / SMS 0816-200-110,” tambahnya. (man)