PDAM : Peremajaan Pipa Butuh Biaya Besar

BALIKPAPAN– Direktur PDAM Tirta Manggar Balikpapan Haidir Effendi mengungkapkan, butuh biaya yang besar untuk peremajaan pipa. Mengingat rata-rata pipa PDAM Balikpapan sudah berusia puluhan tahun.

“Kalau PDAM saja gak sanggup. Ada yang dari PDAM sendiri yang pipa-pipa 2 inchi, kalau pipa yang besar itu PDAM gak sanggup, harus pemerintah,” ujarnya.

Dia mencontohkan untuk pemasangan jaringan pipa dari Embarkasi Haji Batakan hingga Borneo Paradisio sepanjang kurang lebih 2 kilometer menelan anggaran mencapai Rp 16 miliar yang dibiayai APBD Kota Balikpapan.

“Pipa ukuran 300 inch, jadi harus keroyokan kalau PDAM ini. Sebelumnya APBD Provinsi yang dari Teritip sampai jembatan Manggar,” ujarnya.

Apalagi jika peremajaan pipa dari Waduk Manggar hingga IPAL Damai yang diperkirakan hampir 20 kilometer. “Jadi memang harus ada kerjasama antara Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Selain persoalan peremajaan pipa, masalah air baku juga hingga kini belum pernah tuntas tuntas. Karena masih defisit sekitar 500-600 liter per detik. Meskipun kini sudah ada Waduk Teritip namun belum bisa memenuhi kebutuhan seluruhnya.

Dari Waduk Teritip, dari kapasitas sekitar 200 liter per detik baru bisa memenuhi sekitar 160 liter per detik. Sehingga hanya dikhusus untuk Wilayah Balikpapan Timur. Saat ini ketersediaan air baku baru sekitar 1100 liter per detik.

“Waduk di Balikpapan itu kan semua konsepnya tampung air hujan, bendungan sungai gak ada, yang jadi mahal di Balikpapan itu,” ujarnya.

Sejauh ini lanjutnya, Bendungan Sepaku Semoi yang saat ini dalam tahap persiapan pembangunan oleh Pemerintah PUsat. Karena jaraknya lebih dekat ke Kota Balikpapan ketimbang ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)

“Paling dekat ya Sepaku ke Balikpapan dan Samboja (Kutai Kertanegara). Dari PPU yang secara administratif,” ujarnya.

 (mms)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *