PDAM PERKENALKAN 5K

Balikpapan – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Balikpaan memperkenalkan pola kerja 5K. Kepanjangan 5K itu yakni kualitas, kuantitas, kontinuitas, keterjangkauan dan komunikasi. Dimana PDAM  bukan hanya menangani teknis jaringan distribusi air ke pelanggan. Tetapi juga memiliki fungsi edukasi dalam hubungannya terhadap masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM.

Direktur Utama PDAM Balikpapan, Haidir Effendi mengatakan pola kerja dalam sebuah perusahaan menjadi ukuran kinerja. Untuk itu sebagai institusi penyedia air bersih, PDAM harus terus melakukan inovasi demi memberi pelayanan maksimal kepada pelanggan. Termasuk dalam upaya mengimplementasikan program Rencana Pembangunan Jangka  Menengah Daerah (RPJMD) dari walikota terpilih.

“Kita saat ini juga sudah berubah status jadi Perumda. Dulu kan kita Perusda. Ini sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda dan BUMD di bawah kendali pemkot harus memilih badan hukum. Maka terus ada tuntutan melakukan perbaikan kinerja,” ujarnya.

Perubahan ini, lanjut Haidir, juga mendapat dukungan dari wakil rakyat di DPRD Balikpapan. Sehingga, pola pengawasan wakil rakyat terhadap kinerja PDAM semakin maksimal. Apalagi perusahaan ini memiliki visi  sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia dengan memperhatikan keselamatan, kesehatan kerja dan berwawasan lingkungan.

Sementara, suksesnya dan lancarnya hubungan PDAM Balikpapan dengan pelanggannya, karena faktor komunikasi. Itu tertuang dalam  salah satu misinya yakni membangun komunikasi yang kuat dengan stakeholders termasuk pelanggan.

Bukan itu saja, yang menjadi proses pelayanan cepat, juga  menetapkan misinya pada peningkatan produktivitas kinerja  dengan penerapan teknologi terkini. Bahkan, perusahaan  sudah dikelola secara profesional karena lebih transparan, efisien dan efektif dengan mengedepankan kesejahteraan karyawan. (wal)