Penerapan AKB di Kutim, Masih Banyak Warga Langgar Protokol Kesehatan

Kutai Timur – Meski Pemerintah Kutai Timur (Kutim) telah menerapkan pola adaptasi kebiasaan baru (AKB) sebagai wujud penyesuaian diri terhadap pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), namun ternyata belum semua warga patuh dan ikut menerapkan protokol kesehatan sebagai wujud pelaksanaan AKB. Hal ini terbukti dari inspeksi mendadak (Sidak) yang dilaksanakan tim Satgas Penanganan COVID-19 Kecamatan Sangatta Selatan, saat menyidak aktivitas di Pasar Sangatta Selatan, Kamis (30/7) pagi.

Dari pantauan langsung di lapangan, tim Satgas masih menemukan banyak warga yang beraktivitas dan berbelanja dengan tidak mengindahkan peringatan dan protokol kesehatan, guna pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19.

“Pagi ini kami melakukan kegiatan tegur dan sapa kepada warga yang melakukan aktivitas dan berbelanja di Pasar Sangatta Selatan. Boleh dibilang sekaligus sidak (inspeksi mendadak, red) kepada para pedagang pasar. Hasilnya, ternyata masih banyak warga yang melakukan transaksi jual beli, namun tidak menggunakan masker,” ujar Camat Sangatta Selatan, Hasdiah kepada wartawan, Kamis (30/7) siang.

Lanjut Hasdiah, jelang perayaan hari besar keagamaan memang aktivitas jual beli di pasar menjadi lebih meningkat. Masyarakat pasti berbelanja untuk memenuhi kebutuhan di hari raya, termasuk persiapan hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah yang jatuh pada hari Jum’at (31/7) besok. Namun dari pemantauan, masih banyak orang tua membawa anak-anaknya ke pasar. Selain itu tidak ada upaya jaga jarak yang dilakukan, terutama oleh sesama pembeli.

“Jika mendekati perayaan hari besar keagamaan, terutama hari raya, pasti pasar akan penuh. Warga datang ke pasar untuk berbelanja kebutuhan hari raya. Tapi sayangnya, banyak orang tua yang datang ke pasar dengan membawa anak-anaknya. Kadang orang tuanya pake masker, anaknya tidak (menggunakan masker, red). Ada juga yang orang tua dan anaknya sama-sama tidak pake masker. Belum lagi tidak ada jaga jarak antara sesama pembeli. Apa tidak khawatir dengan kesehatan. Ya harus kami Tegus dan ingatkan kembali untuk menggunakan masker jika keluar rumah,” sebutnya.

Meski masih ada warga yang tidak mematuhi anjuran protokol kesehatan, namun pihaknya tetap tidak bosan-bosannya terus memberikan himbauan kepada masyarakat, akan pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19.

“Dalam kegiatan penyuluhan kesehatan, kami dibantu oleh aparat, seperti anggota Babinsa (Bintara Pembina Desa, red) dan Babinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, red), petugas kesehatan dari Puskesmas, sejumlah relawan dan mahasiswa. Memang untuk menyadarkan masyarakat akan bahayanya COVID-19 ini “mudah-mudah susah”. Tapi kami tetap berkomitmen dan semangat, demi kesehatan bersama,” tegasnya. (ibn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *