Pilkada Balikpapan, Paslon Perebutkan 520.986 Suara
Balikpapan – Komisi Pemilihan umum (KPU) Kota Balikpapan menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pilkada tahun ini. Tercatat ada 520.986 orang yang tercatat berhak menggunakan hak suara. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi atas Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang sudah ada sebelumnya.
Ketua KPU Kota Balikpapan, Prakoso Yudho Lelono mengatakan penetapan DPT Pilkada merupakan salah satu aspek krusial dalam Pilkada. Di mana KPU melakukan tahapan pendahuluan sebelum menyatakan jumlah warga yang berhak memakai hak pilihnya. Mulai mengumpulkan data dari berbagai sumber. Seperti catatan kependudukan dan hasil verifikasi lapangan.
“Alhamdulillah kita sudah punya DPT. Jumlah DPT kita mencapai 520.986 orang. Itu tersebar di 6 Kecamatan dan 34 Kelurahan se Kota Balikpapan,” ujarnya dalam rapat pleno rekapitulasi dan penetapan DPT, Kamis (19/09).
Yudho mengungkapkan penetapan DPT menunjukkan pentingnya setiap warga untuk memastikan nama mereka tercatat. Tujuannya agar tidak kehilangan hak suara pasca penetapan DPT. Khususnya ketika pengumuman DPS. Pihak KPU sudah mengimbau warga untuk memeriksa status mereka. KPU biasanya menyediakan akses online untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pengecekan.
“Kami harus bisa memastikan yang terdaftar sebagai pemilih tetap benar-benar memenuhi syarat. Jadi tidak hanya menjamin hak suara, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi,” jelasnya.
Menurut Yudho jumlah pemilih tetap yang tinggi dapat berpengaruh signifikan terhadap hasil pemilihan. Partisipasi yang tinggi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi dan calon pemimpin yang diusung. Sebaliknya, rendahnya partisipasi bisa menandakan apatisme politik atau kurangnya informasi tentang calon dan program yang ditawarkan.
“Pemilih kita naik cukup signifikan. Ada 11 ribu pemilih baru jika dibandingkan Pemilu pada Februari 2024 lalu. Ketika itu DPT kita 509.482 orang. Sekarang jadi 520.986 orang,” tuturnya lagi.
Yudho menyebutkan bahwa KPU terus berupaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Di anataranya melalui kampanye edukasi tentang pentingnya memilih, serta penyebaran informasi mengenai calon, menjadi kunci untuk menarik minat masyarakat. Selain itu, KPU juga berupaya mempermudah akses ke lokasi pemungutan suara dengan memperbanyak TPS dan menyediakan fasilitas bagi pemilih yang membutuhkan.
“Kami juga menggandeng organisasi keagamaan. Harapannya tentu Pilkada ini berlangsung damai dan partisipasi pemilih kita terus naik. Itu juga yang menjadi indikator kepercayaan masyarakat terhadap calon kepala daerah,” tambahnya. (man)
