PKL Dapat Tambahan Waktu Seminggu

Balikpapan – Penertiban puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Pandansari oleh pihak Satpol PP Kota Balikpapan Rabu (30/06) sempat diwarnai ketegangan. Puluhan PKL di kawasan lorong IPAL tetap bertahan dan tidak mau membongkar lapaknya sebelum ada kejelasan nasib mereka setelah dilakukan pembongkaran.

Ketua PKL IPAL Pandansari, Abdul Aziz mengatakan pihaknya meminta agar pemerintah memberikan kebijakan untuk tetap diperbolehkan berjualan di Pasar Pandansari. Namun setelah dilakukan negosiasi dengan beberapa instansi terkait akhirnya para PKL membongkar sendiri lapaknya.

“Dari hasil negosiasi para PKL tetap diberikan kesempatan berjualan di waktu pagi dan sore dengan menggunakan lapak yang bisa dibongkar pasang. Kami dikasih kesempatan selama satu minggu sambil menunggu ada kejelasan lokasi lapak di dalam Gedung Pasar Pandansari,” ujarnya kepada wartawan.

Inti persoalannya, lanjut Aziz, pihaknya masih menanti kejelasan lokasi pemindahan tempat mereka berjualan karena hingga kini belum ada titik yang ditentukan. Sementara pihak PKL juga menghindari konflik dengan pedagang yang sudah mendapatkan tempat dari pemerintah. Dimana ada sekitar 160 PKL yang berjualan di kawasan lorong IPAL selama sehari penuh dan PKL pasar subuh.

“Tadi setelah dilakukan pembicaraan kita diberikan kebijakan untuk diberikan tempat di kawasan lahan parkir. Maka kami memohon agar ada penempatan yang diberikan langsung oleh instansi terkait agar tidak terjadi clash dengan pedagang yang sudah ada di dalam,” tuturnya.

Secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Balikpapan Zulkifli mengatakan, penertiban kali ini menyasar para PKL yang berjualan di atas drainase pasar yang ada di lorong IPAL. Para pedagang diberikan kesempatan untuk tetap bisa berjualan selama seminggu sambil menunggu kejelasan lapak mereka di dalam bangunan pasar yang menjadi kewenangan dari Dinas Perdagangan.

“Hari ini yang kita tertibkan cuma yang berada di atas pagar pembatas dan drainase, kalau tidak salah total PKL yang ditertibkan pada hari ini mencapai 30-an, untuk sebelah kanan kita masih berikan kebijakan untuk berjualan,” jelasnya.

Namun tambah Zulkifli, apabila dalam waktu seminggu ternyata tidak ada kejelasan lokasi lapak bagi mereka di dalam bangunan pasar maka mereka akan diperbolehkan kembali berjualan di tempat semula. Sebab OPD yang berhak menentukan lokasi berjualan bukan Satpol PP melainkan Dinas Perdagangan. Sementara saat ini memang belum ada tempat relokasi bagi mereka.

“Tadi mereka sempat bernegosiasi meminta kebijakan untuk tetap berjualan karena mereka ini berjualannya harian. Mereka ini adalah pedagang lama. Jadi kami berikan tadi solusi kepada PKL yang kami tekankan kepadanya diberikan waktu seminggu untuk mencarikan tempat mereka berjualan. Kalau belum menemukan tempat atau disediakan tempat, mereka kami persilahkan untuk berjualan kembali di sini,” tambahnya. (zha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *