Sekda Jelaskan Keterlambatan Seragam Gratis

Balikpapan – Menyikapi polemik belum terealisasinya pembagian seragam gratis menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan orang tua murid. Karena itu Pj Sekda Balikpapan Muhaimin melakukan peninjauan 6 sekolah yang sedang melaksanakan masa Orientasi Sekolah (MOS), Rabu (13/07) siang.

Muhaimin didampingi Kadisdikbud Purnomo, Kabid SD Tri Wahyuni dan Kabid Pemberitaan Kominfo Aditya meninjau SD 06 Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah, SD 05 Gunung Malang, Balikpapan Kota, SMP 22 Sumber Rejo dan SMP 03 Balikpapan Utara dan SMP 6.

Di SD 06 Balikpapan Tengah, Muhaimin bersama rombongan kecil langsung menyapa siswa SD kelas 1 yang sedang dalam pengenalan sekolah. Bahkan berdialog singkat mengenai seragam sekolah.

Muhaimin yang juga mantan Kadisdikbud Balikpapan ini menjelaskan bahwa mulai besok (Kamis) akan dilakukan pengukuran baju bagi siswa kelas 1 SD dan 1 SMP bahkan siswa MI, MTs hingga paket A, B dan C.

”Jadi gini mulai besok ibu-ibu akan dikumpulkan oleh wali kelas ya kan masih MOs Hari terakhir. Jadi nanti besok dilakukan pengukuran. setelah itu dijahit dan akan serahkan awal September, ” ujarnya.

Data ukuran baju ini selanjutnya akan diserahkan kepada pemenang lelang baju seragam. Siswa akan mendapatkan tiga baju seragam yakni Baju sekolah untuk SD merah putih, untuk SMP putih biru, baju pramuka dan baju Batik Balikpapan.

Menurut Muhaimin baju baru akan diserahkan pada September Karena terjadi pergeseran anggaran. Semula hanya diberikan pada siswa SD dan SMP namun wali kota meminta agar siswa MI, MTs dan kesetaraan (paket) juga mendapat baju gratis.

Penjelasan langsung pj Sekda kepada orang tua murid untuk menghindari kesimpang siuran informasi dan miss. ” Makanya kami turun langsung. Jadi sebetulnya mereka masyarakat paham saja cuma mereka butuh kepastian. Makanya kita turun ke sekolah lalu menyampaikan kepadamu orang tua murid,” tuturnya lagi.

Untuk itu, lanjut Muhaimin, pihaknya melihat langsung pelaksanaan tahun ajaran baru 2022/2023 di sejumlah sekolah. Termasuk meluruskan berita-berita yang beredar di luar terkait jadwal pembagian seragam sekolah dari Pemerintah Kota Balikpapan.

“Juga ada informasi di luar bahwa janji Pemkot Balikpapan kapan direalisasikan seragam sekolah, bahkan ada yang tidak percaya dikasih atau tidak, sehingga harus diluruskan berita-berita yang simpang siur,” jelasnya.

Muhaimin menegaskan, penyebab sampai saat ini belum dibagikan seragam gratis karena sekarang baru dilakukan pengukuran baju. Selain itu proses tender juga sedang berlangsung dan perkiraan jadwal pembagian paling lama awal September mendatang.

“Kenapa lambat, datanya yang ditenderkan itu harus sesuai dengan data yang ada sekitar 12 ribu, kita tahu setelah saat masuk sekolah. Bahkan pihak swasta minta agar datanya dipending dulu, tapi kita tidak bisa menunda lama, sehingga kami sepakat kita lelang sesuai dengan data yang ada, kalau terlambat menyusul,” tambahnya. (*/man)