STIPER Cetak 65 Sarjana, Bupati Kutim Dorong Lulusan Jadi Agripreneur

KUTAI TIMUR – Sebanyak 65 mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur resmi menyandang gelar sarjana. Namun, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tidak ingin para lulusan berhenti pada pencapaian gelar akademik.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman justru mendorong para sarjana baru tersebut mengambil peran sebagai agripreneur, yakni generasi muda yang mampu mengembangkan usaha berbasis pertanian sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Pesan itu disampaikan melalui sambutan yang dibacakan Asisten III Setkab Kutim Idham Cholid pada Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XXI STIPER Kutai Timur di Gedung Serba Guna Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Rabu (7/10/2026).
Bupati melihat lulusan STIPER memiliki bekal keilmuan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam perekonomian daerah. Karena itu, orientasi lulusan diharapkan tidak hanya tertuju pada lowongan pekerjaan yang tersedia.
“Jangan hanya berfokus mencari pekerjaan, tetapi jadilah pencipta inovasi, pembuka usaha dan penyedia lapangan kerja baru atau agripreneur,” pesan Ardiansyah.
Dorongan tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Kutim yang ingin memperbesar peran sektor produktif di luar pertambangan. Bupati menilai pertanian dalam arti luas memiliki ruang pengembangan yang besar, termasuk perkebunan, peternakan, perikanan dan sektor usaha turunannya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah di dalam daerah. Menurutnya, komoditas yang dihasilkan masyarakat perlu memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Bagi Bupati, lulusan perguruan tinggi pertanian memiliki kesempatan untuk mengisi ruang tersebut. Pengetahuan yang diperoleh selama kuliah dapat dikembangkan menjadi usaha, inovasi maupun model bisnis baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“STIPER bukan sekadar mencetak sarjana, tetapi menyiapkan penggerak transformasi Kutai Timur menuju ekonomi yang lebih mandiri, berkelanjutan dan berbasis pengetahuan,” ujarnya.
Ketua STIPER Kutai Timur, Dr. Ismail Fahmy Almadi, menilai tantangan setelah wisuda justru semakin besar. Para lulusan dituntut mampu membuktikan manfaat ilmu yang telah diperoleh selama menjalani pendidikan.
“Dunia kerja dan dunia usaha membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki kompetensi, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Senat STIPER Kutai Timur, Kahar, menyampaikan 65 lulusan yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan. Komposisinya terdiri atas 20 Agroteknologi, 7 Kehutanan, 13 Teknik Pertanian, 4 Ilmu Kelautan, 3 Peternakan dan 18 konsentrasi Agribisnis.
Dengan latar belakang keilmuan tersebut, para lulusan diharapkan mampu masuk ke berbagai ruang usaha dan pembangunan yang berkaitan dengan sektor pertanian serta turunannya.
Bagi Pemkab Kutim, keberadaan para sarjana baru tersebut menjadi tambahan SDM yang dapat memperkuat proses perubahan ekonomi daerah, terutama ketika generasi muda mulai mengambil posisi bukan hanya sebagai tenaga kerja, tetapi juga sebagai pelaku usaha dan pencipta peluang ekonomi baru.(Adv/Kominfo/KK)
