Tekan Risiko Kekerasan, DP3AKB Ajak Perempuan Mandiri

Balikpapan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan memilih langkah pencegahan yang konkret dalam menghadapi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Alih-alih hanya mengandalkan penanganan pasca kejadian, DP3AKB aktif membekali para perempuan khususnya ibu rumah tangga. Yakni dengan keterampilan ekonomi agar mereka bisa lebih mandiri dan terhindar dari risiko kekerasan akibat tekanan finansial.

Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisini, mengatakan masalah ekonomi menjadi salah satu pemicu utama kekerasan dalam rumah tangga. Untuk itu, pihaknya langsung menyasar akar persoalan dengan membuka akses pelatihan keterampilan secara luas. “Maka kami bantu para ibu untuk punya keterampilan, agar lebih mandiri dan punya penghasilan sendiri,” ujarnya, Jumat (01/08).

DP3AKB, lanjut Heria, jelas tidak bisa berjalan sendiri. Maka pihaknya menjalin kerja sama lintas sektor, mulai dari ketua RT, kelurahan, hingga komunitas lokal agar pelatihan benar-benar menyasar kelompok perempuan yang paling membutuhkan. Program ini menyasar para ibu rumah tangga yang rentan mengalami tekanan psikologis dan ekonomi akibat kondisi keluarga.

“Kami tidak ingin perempuan hanya bergantung secara ekonomi pada pasangan. Ketika mereka punya penghasilan sendiri, mereka lebih berani berbicara dan mengambil keputusan. Kan ekonomi yang sering jadi penyebab kekerasan,” jelasnya.

Menurut Heria jenis pelatihan yang diberikan bervariasi mulai dari menjahit, membuat kerajinan tangan, hingga pengolahan makanan rumahan yang bernilai jual. Peserta juga mendapatkan bimbingan dasar manajemen usaha, pemasaran dan akses permodalan kecil. DP3AKB bahkan menggandeng pelaku UMKM dan pengusaha lokal untuk memberikan mentoring langsung.

“Pelatihan ini bukan hanya soal keterampilan teknis. Kami juga ingin membangun kepercayaan diri para ibu. Banyak dari mereka yang awalnya tidak percaya diri, tapi setelah ikut pelatihan, mereka berani mencoba berjualan sendiri,” tuturnya lagi.

Heria juga menyebut hasil dari program ini mulai terlihat. Beberapa peserta pelatihan kini sudah memiliki usaha rumahan kecil yang mampu menambah pendapatan keluarga. Ke depan, DP3AKB berencana memperluas cakupan program pelatihan ke seluruh kecamatan di Balikpapan. Karena pemberdayaan ekonomi harus menjadi bagian dari sistem perlindungan perempuan yang berkelanjutan.

“Kami melihat ekonomi menjadi pondasi keluarga yang lebih kuat secara mental dan sosial. Kami ingin perempuan bisa bangkit tanpa harus menunggu bantuan terus-menerus. Kemandirian ekonomi bisa jadi benteng terhadap kekerasan,” tambahnya. (man)