UMKM Jadi Penopang Ekonomi Balikpapan

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen memperkuat sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyebut sektor ini telah terbukti tangguh menghadapi berbagai krisis. Termasuk masa pandemi Covid-19 yang sempat mengguncang perekonomian nasional.

Rahmad menjelaskan, UMKM menjadi tulang punggung ekonomi lokal karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memperluas dukungan agar pelaku UMKM dapat bertahan sekaligus berkembang secara berkelanjutan.

“UMKM terbukti paling kuat menghadapi tekanan ekonomi, bahkan saat pandemi. Karena itu, pemerintah kota akan terus hadir memberikan dukungan nyata agar sektor ini semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya, Rabu (12/11).

Menurut Rahmad, dukungan yang diberikan pemerintah tidak hanya dalam bentuk pembinaan dan pelatihan. Tetapi juga akses permodalan, pendampingan digitalisasi, hingga promosi produk lokal. Pemkot juga memperluas sinergi dengan sektor swasta dan lembaga keuangan agar pelaku usaha kecil dapat memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksi.

“Kami ingin pelaku UMKM Balikpapan naik kelas. Mereka harus mampu beradaptasi dengan teknologi, memperluas jangkauan pemasaran dan berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi kota. Ini yang perlu kita dorong untuk tahun depan,” jelasnya.

Pemkot Balikpapan, lanjut Rahmad, telah menyiapkan berbagai program strategis untuk mendukung hal tersebut. Salah satunya melalui pameran ekonomi kreatif dan bazar lokal yang rutin digelar untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen. Selain itu, Balikpapan juga berkomitmen memperkuat kerja sama dengan marketplace nasional agar produk lokal dapat menjangkau pasar lebih luas.

“Stabilitas ekonomi kita selama beberapa tahun terakhir banyak ditopang oleh sektor UMKM. Kalau kita lihat datanya, UMKM menjadi penyumbang besar terhadap PDRB kota. Bahkan saat pandemi, mereka tetap beroperasi dan membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

Rahmad menambahkan, tantangan ke depan bukan hanya menjaga ketahanan ekonomi. Namun juga menciptakan pertumbuhan yang inklusif. Untuk itu, Pemkot akan memastikan agar setiap kebijakan pembangunan ekonomi daerah berpihak pada pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami ingin Balikpapan tumbuh bersama. Ekonomi yang kuat adalah ekonomi yang melibatkan semua lapisan masyarakat. Karena itu, UMKM akan tetap menjadi fokus utama dalam setiap perencanaan pembangunan,” pungkasnya. (man)