Pemkot Integrasikan Pembangunan Dengan IKN

Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat sinergi pembangunan agar sejalan dengan kebijakan pemerintah provinsi dan nasional. Hal ini menjadi bagian dari strategi kota minyak dalam menghadapi percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini tengah berlangsung di wilayah Kalimantan Timur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Muhaimin mengatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Apalagi Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga utama IKN. Otomatis arah pembangunan harus terintegrasi dan adaptif terhadap perubahan besar di kawasan.

“Kami memastikan setiap program pembangunan di Balikpapan selaras dengan kebijakan provinsi dan nasional. Ini bukan sekadar soal infrastruktur, tetapi juga bagaimana menjaga keindahan kota dan kenyamanan hidup masyarakat,” ujarnya, Senin (10/11).

Muhaimin menjelaskan, pemerintah daerah kini tengah menata ulang sejumlah kebijakan strategis agar tidak bertabrakan dengan rencana tata ruang IKN. Sinkronisasi tersebut mencakup sektor infrastruktur, lingkungan hidup, tata kota hingga pengendalian lalu lintas. Ia menyebut sinergi lintas wilayah sangat penting untuk menciptakan konektivitas yang efisien.

“Kan Balikpapan dan kawasan inti IKN di Penajam Paser Utara berdekatan. Maka kami ingin pembangunan ini berjalan beriringan. Jangan sampai kemajuan IKN justru menimbulkan ketimpangan di daerah penyangga seperti Balikpapan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Muhaimin, pihaknya juga menyiapkan berbagai program pendukung agar manfaat pembangunan IKN bisa dirasakan langsung oleh warga lokal. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan kapasitas SDM, pemberdayaan ekonomi lokal serta penguatan sistem pelayanan publik berbasis digital.

Menurut Muhaimin, keberadaan IKN memberi peluang besar bagi peningkatan investasi dan sektor jasa di Balikpapan. Namun, ia menekankan pemerintah tetap memprioritaskan keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan.

“Kami tidak ingin Balikpapan kehilangan identitasnya sebagai kota yang tertib, hijau, dan nyaman. Karena itu, setiap pembangunan harus memperhatikan daya dukung lingkungan dan keseimbangan ekosistem kota,” tuturnya.

Di sisi lain, tambah Muhaimin, Pemkot juga intens berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan kementerian terkait untuk memastikan seluruh proyek strategis berjalan efektif. Termasuk di antaranya penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) agar sejalan dengan kebijakan nasional dan kebutuhan daerah. (man)