Kurangi Sampah, DLH Gandeng Warga

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menggandeng masyarakat sebagai garda terdepan dalam upaya menekan volume sampah. Pasalnya pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Melainkan harus menyatu dengan kebiasaan warga sejak dari sumbernya.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengungkapkan sesuai instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pemerintah daerah harus mampu mengurangi volume sampah. Di antaranya dengan melibatkan semua pihak dalam proses di lapangan.

“Kita ada target pengurangan 50 persen pada tahun ini. Mencapai itu ya harus lewat partisipasi aktif warga. Mereka yang aktif dalam memilah sampah sejak dari rumah. Karena kita tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan dan pembuangan,” ujarnya, Senin (26/05).

Pihak warga, lanjut Sudirman, bisa terlibat langsung dalam memilah, mendaur ulang dan mengurangi sampah organik maupun anorganik. Sementara pemerintah melalui DLH melakukan pendampingan dalam kegiatan tersebut. Apalagi saat ini volume sampah harian mencapai sudah 500 ton.

“DLH berupaya mengurangi sebanyak 120 ton per hari agar hanya sekitar 380 ton yang berakhir di TPA. Angka ini bisa tercapai asalkan masyarakat menerapkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan komunitas secara konsisten,” jelasnya.

Menurut Sudirman, melalui langkah kolaboratif ini pemerintah tidak hanya mengurangi beban TPA Manggar. Namun juga membentuk budaya baru dalam pengelolaan sampah. Pemkot berharap ada perubahan perilaku warga yang menjadi kunci utama suksesnya program ini. Di mana pemerintah cukup optimis mampu mengurangi volume sampah harian hingga 50 persen.

“Intinya memang peran aktif masyarakat dan sinergi antara pemerintah dan komunitas. Kan kita sudah terbukti mampu meraih adipura lewat budaya bersih. Berarti mesti naik tingkat dengan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga,” tuturnya lagi.

Sudirman berharap dukungan dan kebijakan semua pihak dalam kampanye pengurangan sampah di Balikpapan. Terutama di tingkat sekolah, pasar tradisional dan lingkungan pemukiman. Termasuk upaya memperluas kerja sama dengan bank sampah dan komunitas peduli lingkungan.

“Kita terus mendorong masyarakat agar menyadari bahwa setiap botol plastik yang tidak dibuang sembarangan. Setiap sisa makanan yang dikomposkan, itu semua membantu kita menuju target pengurangan sampah,” tambahnya. (man)