Pemkot Gandeng Swasta Wujudkan RBRA

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong percepatan pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di seluruh kelurahan. Menghadapi keterbatasan anggaran, Pemkot Balikpapan kini mulai menggandeng sektor swasta dan komunitas lokal sebagai mitra strategis dalam mewujudkan target tersebut.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan keterlibatan pihak swasta bukan sekadar tambahan dana. Tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Khususnya bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah administratif Kota Balikpapan.

“Kami melihat kolaborasi sebagai langkah realistis dan berkelanjutan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, kami mengajak perusahaan dan komunitas lokal ikut terlibat dalam pembangunan RBRA agar pemerataan lebih cepat tercapai,” ujarnya, Selasa (24/06).

Bagus menyebutkan target pembangunan RBRA di 34 kelurahan dalam lima tahun ke depan. Saat ini, baru empat RBRA yang aktif beroperasi di Taman Bekapai, Taman di Jalan Wiluyo Puspo Yudo, Taman Tiga Generasi dan halaman Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center. Keempatnya menjadi bukti bahwa ruang bermain dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pengalaman sosial yang nyata, bukan hanya terpaku pada layar gawai. RBRA memberi mereka ruang untuk bersosialisasi, bermain aktif dan belajar nilai-nilai kehidupan,” jelasnya.

Melalui pendekatan kolaboratif, lanjut Bagus, Pemkot Balikpapan berharap pembangunan RBRA tidak terhambat oleh keterbatasan APBD. Ia menjelaskan pihaknya tengah merancang skema kerja sama yang menguntungkan semua pihak. Sekaligus menjaga kualitas dan standar keamanan fasilitas bagi anak-anak.

“Kami akan pastikan setiap RBRA yang dibangun, baik oleh pemerintah maupun mitra swasta, memenuhi kriteria sebagai ruang aman, nyaman dan mendidik bagi anak-anak. Tapi orang tua harus turut mengarahkan anak mengakses RBRA,” tuturnya.

Bagus menambahkan pihaknya berkomitmen menjaga predikat sebagai Kota Layak Anak (KLA). Ia menilai, RBRA menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian tersebut. Di mana pemerintah harus memiliki perhatian terhadap hak-hak anak. Sehingga dirinya optimis sinergi antara pemerintah, swasta dan masyarakat akan mempercepat terwujudnya Balikpapan sebagai kota yang benar-benar ramah anak. (man)