Balikpapan Bidik Juara Umum POPDA Kaltim XVII

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan juara umum pada POPDA XVII Kaltim 2025 di Kabupaten PPU. Target tersebut menjadi bentuk keseriusan Balikpapan dalam pembinaan atlet muda dan pengembangan olahraga pelajar di tingkat daerah. Pemerintah optimis hasil kerja keras selama masa seleksi dan pemusatan latihan beberapa bulan terakhir akan berbuah medali.

Kepala Disparpora Balikpapan, Ratih Kusuma menyebut persiapan intensif dan sportivitas tinggi menjadi kunci untuk meraih hasil terbaik. Pihaknya bersama stakeholder bidang olahraga telah menyiapkan strategi matang untuk menghadapi ajang olahraga antar pelajar terbesar di Kalimantan Timur tersebut.

“Pada pelaksanaan POPDA kali ini targetnya memang juara umum. Tahun lalu kita berada di posisi kedua di bawah Kota Samarinda. Tahun ini kita ingin membuktikan Balikpapan bisa sampai puncak,” ujarnya, Senin (10/11).

Ratih menjelaskan, persiapan tim telah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir melalui proses seleksi ketat dan latihan terpusat di berbagai cabang olahraga. Ia menyebut setiap atlet mendapatkan pendampingan pelatih profesional untuk memastikan kesiapan teknis dan mental sebelum berangkat ke PPU.

“Kita sudah melakukan pemusatan latihan dan monitoring rutin terhadap para atlet. Semua cabang olahraga punya target masing-masing, tapi yang terpenting mereka harus tampil maksimal dan menjunjung tinggi sportivitas,” jelasnya.

Selain mengejar prestasi, Ratih menilai POPDA juga menjadi momentum penting untuk memupuk semangat juang, kedisiplinan dan rasa percaya diri para pelajar Balikpapan. Ia menginginkan semangat bertanding tidak hanya berakhir di arena, tetapi juga menjadi bekal karakter bagi masa depan para atlet muda.

“Kami ingin POPDA ini bukan hanya soal medali, tapi juga tentang pembentukan karakter. Para atlet muda harus bermental kuat, disiplin dan tetap rendah hati dalam setiap hasil. Intinya medali itu bonus setelah mereka berusaha,” tuturnya lagi.

Disparpora Balikpapan, tambah Ratih, juga menggandeng berbagai pihak, termasuk sekolah, klub olahraga dan KONI setempat, untuk memperkuat pembinaan berkelanjutan. Langkah ini dilakukan agar regenerasi atlet tetap berjalan dan Balikpapan terus melahirkan talenta berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami bekerja sama dengan sekolah dan pelatih agar pembinaan tidak berhenti setelah POPDA. Prestasi hanya akan lahir dari proses panjang yang konsisten,” tambahnya. (man)