BPBD Ingatkan Pengawasan Anak Saat Hujan

Balikpapan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengeluarkan imbauan penting kepada para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Terutama selama musim hujan dan potensi banjir. Peringatan ini dikeluarkan setelah BPBD mencatat masih banyak anak bermain di area tergenang maupun dekat parit ketika hujan deras turun.

Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan risiko kecelakaan meningkat tajam ketika air mengalir deras dan parit meluap. Anak-anak yang bermain di area tersebut, berada pada posisi rawan terseret arus atau terperosok ke dalam saluran air tanpa disadari.

“Kami mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah. Jangan biarkan mereka bermain di area berair atau mendekati parit ketika hujan turun. Keselamatan anak menjadi prioritas utama,” ujarnya, Senin (17/11).

Menurut Usman, banyak orang tua kurang menyadari parit yang tampak dangkal dapat berubah berbahaya saat debit air meningkat. Arus kuat bisa menyeret anak, balita dan anak usia sekolah yang cenderung bermain tanpa memperhitungkan bahaya. Ia menuturkan sejumlah insiden di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan betapa cepatnya situasi berubah.

“Air bisa naik hanya dalam hitungan menit. Orang tua yang harus benar-benar mengawasi anak agar tidak mendekati area tersebut. Ini peringatan untuk kita semua. Karena bahaya bisa terjadi kapan dan di mana saja,” jelasnya.

BPBD, lanjut Usman, mendorong seluruh keluarga membiasakan anak memahami bahaya ketika hujan deras atau banjir lokal terjadi. Ia menyebutkan edukasi sederhana seperti menjelaskan aliran air, bahaya parit hingga pentingnya tetap di rumah saat cuaca ekstrem dapat membantu mencegah risiko.

Usman juga meminta warga bekerja sama dalam mengingatkan anak-anak sekitar permukiman. Lingkungan yang saling peduli dinilai dapat menekan terjadinya kecelakaan. “Kami berharap warga tidak ragu menegur anak-anak yang bermain di luar rumah saat hujan. Ini bukan soal melarang mereka bersenang-senang, tetapi menjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Usman menyarankan orang tua memastikan rumah dalam kondisi aman dari potensi bahaya seperti lantai licin, kabel listrik yang terendam, atau perabotan yang mudah roboh akibat genangan air. Tindakan preventif ini, diharapkan dapat meminimalkan risiko cedera ketika anak tetap aktif di dalam rumah.

“Kami ingin semua keluarga meningkatkan kesiapsiagaan. Cuaca ekstrem tidak bisa diprediksi, tetapi kita bisa mengurangi risikonya dengan langkah sederhana dan disiplin,” tambahnya. (ibn)