BPBD Perkuat Kapasitas Operator 112

Balikpapan – BPBD Kota Balikpapan memperkuat kapasitas operator layanan darurat 112 sebagai bagian dari strategi meningkatkan kecepatan dan ketepatan respons bencana. Upaya penguatan ini berlangsung seiring meningkatnya kebutuhan akses informasi darurat yang cepat, akurat, dan mudah dijangkau masyarakat.

Operator 112 memegang peran sebagai penghubung utama antara warga dan BPBD ketika situasi darurat terjadi. Setiap laporan yang masuk melalui sambungan bebas pulsa tersebut langsung diproses dalam hitungan menit agar tim lapangan dapat bergerak.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Balikpapan, Arsulul Chairi, mengatakan penguatan kapasitas operator menjadi langkah krusial dalam ekosistem penanggulangan bencana kota.

“Kami memperkuat kemampuan teknis dan psikologis operator 112. Agar mereka mampu menerima, memilah dan meneruskan laporan secara cepat dan tepat. Operator adalah garda terdepan yang harus siap menghadapi semua panggilan darurat,” ujarnya, Jumat (21/11).

Arsulul menjelaskan pelatihan khusus yang mencakup manajemen komunikasi krisis, standard operating procedure (SOP) penanganan laporan, hingga kemampuan memahami prioritas risiko. Pihaknya juga menekankan ketenangan dalam bekerja karena sebagian besar laporan datang dari warga yang panik menghadapi keadaan darurat.

“Kami ingin memastikan seluruh laporan yang masuk diproses tanpa hambatan. Semakin cepat operator merespons, semakin cepat pula tim di lapangan bisa bergerak dan menyelamatkan warga,” katanya.

Selain memperkuat SDM, lanjut Arsulul, BPBD juga melakukan pembaruan sistem pendukung layanan 112. Integrasi data, peningkatan konektivitas dan penambahan perangkat monitoring menjadi prioritas agar setiap laporan tercatat dengan baik. Sistem ini juga memudahkan operator memverifikasi lokasi kejadian sehingga pengiriman tim lapangan lebih presisi.

Menurut Arsulul, layanan 112 menerima berbagai jenis laporan. Mulai dari kebakaran, tanah longsor, banjir, kecelakaan hingga kondisi kedaruratan medis. Ia menyampaikan masyarakat perlu memahami pentingnya memanfaatkan layanan ini secara bertanggung jawab.

“Kami mengajak warga menggunakan 112 hanya untuk keadaan darurat. Layanan ini berdampak langsung pada kecepatan personel datang ke lokasi dan menangani situasi. Semakin disiplin masyarakat menggunakan layanan ini, semakin efektif penanganan bencana di kota,” tuturnya.

Arsulul berharap penguatan kapasitas operator dapat meningkatkan profesionalitas layanan kedaruratan kota serta menjadi model koordinasi cepat dalam menghadapi ancaman bencana. “Kami terus berupaya memastikan operator 112 bekerja optimal karena keselamatan warga selalu menjadi prioritas utama,” tambahnya. (man)