BPPDRD Ajak ASN Jadi Teladan Pembayar Pajak
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus menggencarkan upaya optimalisasi pendapatan asli daerah melalui strategi jemput bola. Kali ini, mobil layanan pajak keliling milik Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) hadir langsung di kompleks Perumahan Pemerintah Daerah Kota Balikpapan.
Mobil layanan tersebut membuka akses pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) secara langsung kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di sana. Melalui pendekatan ini, pemerintah daerah ingin membangun kesadaran ASN yang memiliki tanggung jawab ganda. Yakni sebagai pelayan publik sekaligus sebagai contoh warga taat pajak.
“Kami mengajak seluruh ASN untuk menjadi pionir dalam kepatuhan pajak. Kehadiran mobil layanan ini bukan hanya mempermudah proses pembayaran. Tapi juga menegaskan komitmen kami dalam membangun kota secara kolektif,” ujar Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham, Senin (21/07).
Idham menjelaskan bahwa strategi jemput bola ini tidak hanya menyasar ASN. Hal ini juga menjadi bagian dari kampanye edukasi pajak kepada masyarakat umum. BPPDRD menyadari kemudahan akses merupakan salah satu kunci peningkatan kepatuhan pajak. Di mana dalam kegiatan ini, petugas juga menyosialisasikan aplikasi digital “Kontengan” (Konfirmasi Tunggakan dan Tagihan Pajak Online).
“Aplikasi ini memudahkan warga mengakses informasi dan melakukan pembayaran pajak daerah secara daring. Melalui aplikasi Kontengan, masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor pajak. Semua bisa dilakukan dari genggaman tangan,” jelasnya.
Pemerintah Kota Balikpapan, lanjut Idham, menargetkan peningkatan realisasi pajak daerah tahun ini bisa mencapai lebih dari 90 persen. Layanan keliling akan terus menyambangi kawasan permukiman dan perkantoran sebagai bentuk komitmen memberikan kemudahan bagi wajib pajak.
“Kami tidak hanya menagih pajak, tapi juga membangun kesadaran. Pajak daerah menjadi pondasi penting untuk membiayai layanan publik, infrastruktur, hingga pendidikan. Setiap rupiah yang dibayarkan punya peran besar dalam pembangunan Balikpapan,” tuturnya lagi.
Idham berharap partisipasi warga dalam membayar pajak semakin meningkat di tahun ini. Salah satunya dengan memanfaatkan inovasi layanan dan kolaborasi lintas sektor. Agar Pemerintah Kota Balikpapan bisa mewujudkan kota yang mandiri secara fiskal dan berdaya saing. (man)
