BPPDRD Matangkan Transisi Pembayaran Retribusi
Balikpapan – Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan sedang mematangkan transisi pembayaran retribusi dari sistem konvensional ke digital. Langkah strategis ini menyasar sektor pasar tradisional untuk meningkatkan akurasi data dan mencegah kebocoran pendapatan daerah.
Kepala BPPDRD, Idham Mustari mengatakan tim teknis kini fokus menyelesaikan integrasi infrastruktur digital dalam waktu dekat. Mereka memastikan seluruh sistem keamanan data dan kemudahan transaksi telah siap sebelum operasional penuh. Fokus utama persiapan ini adalah menciptakan platform yang ramah bagi pengguna. Terutama untuk para pelaku usaha mikro.
Koordinasi dengan berbagai bank mitra dan penyedia layanan keuangan digital juga terus berjalan intensif. BPPDRD membangun sinergi kuat untuk menyediakan kanal pembayaran yang beragam, mulai dari QRIS hingga aplikasi perbankan. Kolaborasi ini bertujuan memberikan fleksibilitas bagi pedagang dalam memenuhi kewajiban mereka tanpa harus meninggalkan lapak jualan.
“Kesiapan teknis menjadi fondasi utama keberhasilan transformasi ini. Kami rutin memantau progres pengembangan fitur agar tidak ada kendala. BPPDRD berkomitmen menyelesaikan persiapan teknis ini dalam waktu dekat,” ujarnya, Selasa (07/04).
Selain aspek teknologi, lanjut Idham, BPPDRD juga menempatkan faktor manusia sebagai prioritas. Agenda sosialisasi kepada para pedagang pasar kini menjadi prioritas utama. Petugas lapangan akan memberikan pendampingan langsung untuk mengenalkan tata cara penggunaan alat pembayaran digital kepada pedagang pasar tradisional.
“Sosialisasi kepada para pedagang pasar akan menjadi agenda prioritas sebelum sistem resmi meluncur. Kami harus memastikan mereka paham manfaat dan cara kerjanya,” jelasnya.
Menurut Idham melalui digitalisasi retribusi pasar, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis dapat memacu target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penggunaan teknologi elektronik otomatis mencatat setiap transaksi secara real-time. Hal ini tentu akan mempermudah audit keuangan dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintah.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung penuh inisiatif ini. Ia yakin bahwa kolaborasi yang baik antara pemerintah, perbankan, dan pedagang akan membawa Balikpapan menuju era ekonomi digital yang lebih maju. (san)
