Disdag Balikpapan Perkuat Mitigasi Inflasi, Stok Beras Dipastikan Aman hingga Awal 2026

Balikpapan— Menjelang periode akhir tahun yang kerap memicu naiknya tekanan inflasi, Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah proaktif untuk memastikan stabilitas pasokan kebutuhan pokok. Salah satu fokus utama adalah pengamanan stok beras, komoditas yang paling berdampak pada pergerakan inflasi serta daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya menyiapkan cadangan stok, tetapi juga memperkuat koordinasi antarlembaga. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh parameter stabilitas pangan—mulai dari ketersediaan, distribusi, hingga harga—tetap terjaga jelang Natal dan Tahun Baru 2026.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan TPID, BPS, dan Bulog, stok beras di Balikpapan dipastikan cukup hingga Februari 2026. Saat ini kita memiliki cadangan sekitar 4.000 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Haemusri, Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa pengamanan stok merupakan salah satu strategi jangka pendek pemerintah daerah dalam mencegah potensi lonjakan inflasi musiman. Pada periode akhir tahun, peningkatan permintaan biasanya terjadi di berbagai sektor, sehingga distribusi komoditas pokok terus diawasi agar tetap lancar dan tidak menimbulkan gejolak harga di pasar.

Selain beras, Disdag juga mencermati kondisi pasokan barang pokok lainnya seperti gula, minyak goreng, dan LPG. Meskipun terjadi sedikit penurunan pasokan LPG bersubsidi dibandingkan tahun sebelumnya, ketersediaan saat ini masih dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah pun memperkuat koordinasi dengan Pertamina agar distribusi LPG bersubsidi tetap tepat sasaran, terutama bagi warga berpenghasilan rendah serta pelaku usaha mikro yang bergantung pada bahan bakar tersebut.

Haemusri menambahkan, seluruh upaya ini merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi lokal sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa perayaan akhir tahun dapat dilalui dengan nyaman tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan barang pokok maupun lonjakan harga yang tidak terkendali.

Dengan pengawasan terpadu dan koordinasi lintas sektor, Balikpapan menargetkan situasi pangan tetap kondusif hingga awal 2026, bahkan ketika permintaan diperkirakan meningkat selama masa liburan.

(adv)