Galeri Arkeologi Kutim Buka Ruang Edukasi Budaya bagi Pelajar

KUTAI TIMUR – Galeri Arkeologi Kutai Timur (Kutim) terus diarahkan menjadi salah satu ruang pembelajaran kebudayaan bagi pelajar. Salah satu upaya tersebut terlihat dari kunjungan 20 duta pelajar Kutim dalam rangkaian kegiatan Kutim Action yang menjadi penyelenggara pemilihan Duta Pelajar Kabupaten Kutim.

Kepala Bidang Kebudayaan Kutim, Ilham, menyebut peserta kunjungan terdiri dari 10 pelajar putra dan 10 pelajar putri. Mereka diperkenalkan dengan berbagai koleksi yang tersimpan sekaligus informasi mengenai kekayaan budaya Kutai Timur.

Menurut Ilham, keberadaan galeri akan lebih bermakna apabila dimanfaatkan secara langsung oleh satuan pendidikan. Karena itu, pihaknya membuka kesempatan bagi sekolah maupun kelompok pelajar yang ingin menjadikan galeri sebagai tempat belajar di luar lingkungan kelas.

“Galeri ini memang kami harapkan bisa lebih banyak dimanfaatkan. Jadi bukan hanya pelajar yang ada di Sangatta, tetapi sekolah atau kelompok dari daerah lain juga kami persilakan untuk datang dan belajar di sini,” ujar Ilham.

Kunjungan kali ini juga menunjukkan adanya minat dari pelajar di luar wilayah pusat pemerintahan. Peserta yang datang dari wilayah paling jauh berasal dari Wahau, dengan sebagian besar pengunjung merupakan pelajar jenjang SLTA.

Ilham menjelaskan, Galeri Arkeologi tidak sekadar menampilkan koleksi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai warisan budaya yang berada di kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Materi tersebut dinilai dapat menjadi tambahan referensi bagi pelajar dalam memahami sejarah dan kebudayaan daerah.

Ia berharap kegiatan serupa tidak berhenti pada kunjungan yang dilakukan dalam agenda tertentu. Sekolah dapat memanfaatkan galeri secara berkelanjutan sebagai bagian dari kegiatan pengenalan budaya kepada peserta didik.

“Yang penting bagaimana galeri ini terus dikenal dan semakin banyak dikunjungi. Kami ingin satuan pendidikan bisa memanfaatkannya sebagai tambahan referensi untuk mengenal dan mempelajari kebudayaan,” katanya.

Pengembangan kunjungan juga diharapkan dapat menjangkau jenjang pendidikan yang lebih beragam. Selain SLTA, pelajar tingkat SMP juga dapat diarahkan untuk mengenal koleksi dan informasi kebudayaan yang tersedia di Galeri Arkeologi Kutim.

Dengan pemanfaatan yang lebih luas, galeri diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dan pameran koleksi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang mempertemukan pelajar dengan kekayaan budaya daerahnya. (Adv/Kominfo/KK)