Kejar PAD, Pemkot Terapkan Inovasi Digital

Balikpapan – Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan kini memutar otak lebih keras. Mereka menghadapi tantangan besar untuk mengamankan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tekanan fiskal yang cukup berat. Meski kondisi ekonomi penuh ketidakpastian, instansi ini tetap optimistis bisa mencapai target melalui serangkaian strategi yang agresif dan modern.

Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham Mustari mengatakan cara-cara lama tidak lagi memadai. Ia kini mendorong seluruh jajarannya untuk bertindak lebih proaktif dan melek teknologi. Menurutnya, tekanan fiskal justru menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembersihan dan pemutakhiran data wajib pajak secara menyeluruh.

“Kami tidak bisa hanya menunggu pembayar pajak datang. Kami menjemput bola dengan sistem digital yang lebih memudahkan masyarakat. Tekanan fiskal ini adalah ujian bagi kreativitas kami dalam mengelola sumber daya yang ada,” ujarnya, Rabu (08/04).

Idham menyebut salah satu fokus utama adalah intensifikasi dan ekstensifikasi pajak melalui digitalisasi. BPPDRD kini mengandalkan pemanfaatan data besar (big data) untuk memetakan potensi pajak yang selama ini belum terjamah. Penggunaan aplikasi daring dan sistem pembayaran non-tunai menjadi prioritas untuk menutup celah kebocoran anggaran sekaligus meningkatkan kepatuhan warga.

Idham menjelaskan transparansi menjadi kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat. Ketika warga melihat kemudahan dalam membayar, mereka cenderung lebih patuh menunaikan kewajiban. Ia yakin, sistem yang bersih dan efisien akan secara otomatis meningkatkan volume pendapatan daerah tanpa harus membebani rakyat dengan kenaikan tarif yang drastis.

“Masyarakat butuh kemudahan dan kepastian. Kami sedang membangun ekosistem pembayaran yang bisa mereka akses dari mana saja. Jika prosesnya cepat dan transparan, orang tidak akan malas lagi membayar pajak,” jelasnya.

Idham menambahkan edukasi pajak juga masuk dalam agenda prioritasnya. BPPDRD gencar mensosialisasikan pentingnya PAD untuk pembangunan fasilitas publik di Balikpapan. Ia ingin masyarakat memahami bahwa setiap rupiah yang mereka bayarkan akan kembali dalam bentuk lain. Seperti jalan yang mulus, jembatan, dan layanan kesehatan yang lebih baik.

“PAD adalah urat nadi pembangunan kota kita. Tanpa pendapatan yang kuat, kita akan sulit memberikan layanan terbaik bagi warga. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat krusial dalam menghadapi tekanan fiskal ini,” tambahnya. (man)