Komisi II Ajak Warga Pantau Harga Pangan
Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan memperkuat pengawasan stok pangan menjelang Idul Fitri. Mereka secara khusus mengajak media massa dan seluruh lapisan masyarakat untuk aktif memantau pergerakan harga di pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah kolaboratif ini bertujuan mencegah praktik nakal spekulan yang merugikan konsumen.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Jafar Sidik mengatakan peran publik menjadi kunci stabilitas ekonomi daerah. Ia meminta warga tidak ragu melaporkan setiap kejanggalan yang mereka temukan di lapangan. Pengawasan mandiri oleh masyarakat akan mempersempit ruang gerak oknum penimbun barang.
“Kalau ada indikasi penimbunan atau harga yang melonjak tidak wajar, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti. Kami ingin semua pihak bisa terlibat. Jadi ada sinergi dalam upaya menjaga harga pangan tetap stabil,” ujarnya, Selasa (10/03).
Jafar memetakan sejumlah komoditas yang menjadi langganan kenaikan harga setiap tahun. Bahan pokok seperti cabai, bawang merah, bawang putih, hingga telur masuk dalam radar pengawasan ketat. Ia menyebut komoditas ini sangat sensitif terhadap gangguan distribusi dan permainan harga di tingkat pedagang besar.
Meski mewaspadai kenaikan harga bumbu dapur, Komisi II membawa kabar baik terkait ketersediaan bahan pokok utama. Jafar memastikan stok beras di Balikpapan masih berada dalam posisi aman. Harga beras saat ini menunjukkan fluktuasi yang relatif stabil dan tidak mengkhawatirkan.
“Kami terus memantau gudang-gudang penyedia. Untuk beras, warga tidak perlu panik karena pasokan masih sangat mencukupi. Cuma persoalan kemasan saja yang sempat susah. Warga cari 5 kg yang ada kemasan 25 kg,” jelasnya.
Menurut Jafar, pihak legislatif juga berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar utama dalam waktu dekat. Mereka ingin memastikan rantai pasokan dari distributor hingga ke tangan pedagang eceran berjalan lancar. Koordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan terus meningkat guna menjaga daya beli masyarakat.
Komisi II berharap keterlibatan aktif media massa dapat memberikan informasi harga yang akurat kepada publik. Transparansi informasi ini akan membantu warga dalam mengatur pola belanja selama bulan puasa. Kesadaran kolektif menjadi benteng utama dalam menghadapi potensi inflasi musiman. “Sinergi antara DPRD, media, dan masyarakat akan menciptakan iklim pasar yang sehat dan adil bagi semua,” pungkasnya. (ibn)
