Kenaikan Harga Sembako Balikpapan Masih Wajar
Balikpapan – DPRD Kota Balikpapan bergerak cepat menjamin keamanan pangan bagi warga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Komisi II DPRD Balikpapan secara intensif memantau fluktuasi harga dan ketersediaan bahan pokok di berbagai pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah antisipatif ini bertujuan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan hari besar tanpa beban kelangkaan pangan.
Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah menyebut adanya tren kenaikan harga pada sejumlah komoditas di pasar saat ini. Namun, Dewan menilai pergerakan harga tersebut masih dalam koridor yang wajar dan terkendali. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan konsumen. Bukan karena terhambatnya rantai pasokan barang ke kota minyak.
Pihaknya, lanjut Fauzi, terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk memvalidasi data stok pangan setiap hari. Fokus utama mereka adalah memastikan komoditas esensial seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur tetap tersedia di rak-rak pedagang.
“Kami berharap sampai hari raya nanti stok tetap terjamin. Jadi masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan sembako. Khususnya pada komoditas pokok macam beras, minyak dan telur. Itu yang permintaannya tinggi,” ujarnya, Rabu (11/03).
Fauzi mengatakan koordinasi yang kuat dengan distributor menjadi kunci utama stabilitas pangan. Ia meminta para pedagang dan distributor tidak melakukan spekulasi harga yang dapat merugikan konsumen. Dewan juga berkomitmen untuk terus mengawal kelancaran distribusi barang dari pelabuhan hingga ke tangan masyarakat luas.
“Kami terus memantau kondisi ini hingga mendekati hari raya. Kami tidak ingin kecolongan dengan adanya praktik penimbunan. Itu yang bikin lonjakan harga secara mendadak. Kami dan pemerintah fokus jaga daya beli warga,” jelasnya.
Selain stok, menurut Fauzi, aspek kualitas bahan pangan juga menjadi perhatian serius para wakil rakyat. Mereka mendorong instansi terkait untuk tetap memeriksa kelayakan konsumsi barang yang beredar di pasar. Sinergi seluruh pihak diharapkan mampu menciptakan suasana belanja yang nyaman dan aman bagi seluruh warga Balikpapan.
“Warga juga harus dalam membeli. Jangan ada aksi borong berlebihan. Itu yang bisa memicu warga lainnya turut borong. Kan malah bikin tidak tenang. Beli saja sesuai kebutuhan untuk menyambut lebaran ini,” tambahnya. (man)
