Komisi II Evaluasi Kios Terbengkalai

Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan bergerak cepat merespons keluhan pedagang terkait fasilitas pasar yang memprihatinkan. Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, menyampaikan pihak sudah mendatangi sejumlah pasar tradisional utama di Balikpapan. Langkah ini bertujuan mengevaluasi kelayakan infrastruktur pusat ekonomi rakyat tersebut.

Tim legislatif sempat memantau kondisi Pasar Sepinggan, Pasar Muara Rapak, hingga Pasar Inpres Kebun Sayur. Dari kunjungan bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan itu, rombongan menemukan sejumlah fakta. Banyak kios pedagang dalam kondisi rusak berat dan sudah lama ditinggalkan pemiliknya.

Fauzi menyayangkan kondisi bangunan yang tidak terawat. Ia menilai deretan kios kosong tersebut merusak estetika dan menurunkan daya tarik pasar. Alat kelengkapan dewan yang mewakili bidang ekonomi ini langsung berkoordinasi dengan dinas terkait. Yakni meminta pendataan ulang terhadap aset-aset yang terbengkalai tersebut.

“Kami menemukan banyak sekali kios yang sudah tidak layak pakai dan terbengkalai. Pemerintah kota harus segera mengambil tindakan nyata untuk menghidupkan kembali sektor ekonomi ini,” ujarnya, Kamis (12/03).

Fauzi mengatakan kondisi atap yang bocor dan lantai yang retak menjadi pemandangan umum di beberapa titik pasar. Ia menyebut perbaikan infrastruktur merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung. Pihak DPRD meyakini fasilitas yang baik akan menarik warga kembali berbelanja ke pasar tradisional ketimbang ritel modern.

“Kami lihat manajemen pengelolaan kios juga belum optimal. Dinas Perdagangan perlu bersikap tegas terhadap penyewa yang membiarkan kiosnya kosong dalam waktu lama. Kan bisa beralih ke UMKM yang lain,” jelasnya.

Menurut Fauzi, pihaknya akan berupaya menyiapkan alokasi anggaran renovasi pasar pada tahun mendatang. Perbaikan menyeluruh ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar. Ia ingin memastikan anggaran daerah memberikan dampak langsung pada kesejahteraan pedagang. Termasuk mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai urat nadi perekonomian kota minyak.

“Kunjungan ini menjadi dasar kuat bagi DPRD untuk menyusun rekomendasi kebijakan. Kami akan terus sinergi antara eksekutif dan legislatif. Jangan sampai pasar tradisional malah mati suri. Padahal dulunya menjadi kunci ekonomi,” tambahnya. (san)