Komisi II Pacu Pertumbuhan Pertanian Lokal
Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mendorong penguatan sektor pertanian lokal secara masif. Langkah strategis ini bertujuan untuk memutus ketergantungan pangan terhadap daerah luar. Komisi II DPRD menilai kemandirian pangan menjadi solusi permanen dalam menghadapi ancaman inflasi dan gangguan distribusi.
Selama ini, Kota Balikpapan masih mengandalkan pasokan kebutuhan pokok dari luar Kalimantan. Kondisi geografis dan jalur logistik yang panjang membuat harga pangan sangat rentan bergejolak. Gangguan cuaca pada transportasi laut sering kali memicu lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menyoroti kerentanan ketahanan pangan di Kota Minyak. Ia meminta pemerintah kota memberikan perhatian lebih pada pengembangan lahan produktif di wilayah lokal. Menurutnya, potensi pertanian di Balikpapan masih sangat terbuka untuk dioptimalkan guna mencukupi kebutuhan warga.
“Kalau sektor pertanian lokal kita kuat, ketergantungan dari luar bisa ditekan. Ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Balikpapan,” ujarnya, Senin (13/04).
Japar menilai ketergantungan pada daerah lain sebagai risiko ekonomi yang harus segera dimitigasi. Jika pasokan lokal melimpah, harga pangan tidak akan mudah goyah oleh kendala pengiriman antar pulau. Petani lokal juga akan mendapatkan kepastian pasar di tanah kelahirannya sendiri.
Legislatif mendesak Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan untuk memberikan pendampingan intensif kepada para petani. Pemberian bantuan bibit unggul, pupuk, hingga teknologi pertanian modern harus tepat sasaran. DPRD ingin memastikan para petani memiliki kemampuan produksi yang tinggi dan efisien.
“Pemerintah harus hadir untuk memfasilitasi petani kita. Kita memiliki lahan, kita memiliki sumber daya, tinggal bagaimana mengelola secara profesional,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Japar, DPRD juga menaruh perhatian pada perlindungan lahan pertanian dari alih fungsi. Penjagaan zona hijau pertanian menjadi kunci utama agar luas lahan tidak terus menyusut oleh pembangunan properti. Keseimbangan tata ruang sangat menentukan keberlangsungan produksi pangan masa depan.
Sektor pertanian yang maju, tambahnya, akan memberikan efek domino positif bagi ekonomi kota. Selain menstabilkan harga, pengembangan sektor ini juga akan membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal. Balikpapan harus mampu menunjukkan jati diri sebagai kota yang berdaya di tengah tantangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). (man)
