DPRD Usulkan Penambahan SPBU
Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan terus berupaya mencari solusi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Lembaga legislatif ini mengusulkan penambahan titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru di kawasan dengan tingkat kepadatan kendaraan yang tinggi.
Langkah ini, kata Wakil Ketua DPRD, Yono Suherman, menyasar wilayah-wilayah yang selama ini menjadi pusat penumpukan antrean kendaraan. DPRD menilai kehadiran SPBU tambahan menjadi solusi paling realistis untuk memecah konsentrasi massa dan memperpendek jarak tempuh warga dalam mendapatkan hak mereka.
Yono menyebut persoalan BBM bukan sekadar masalah stok. Namun tata letak distribusi dan keterbatasan titik layanan juga berpengaruh. Khususnya pada munculnya antrean panjang yang mengganggu estetika dan kelancaran lalu lintas kota.
“Kami melihat distribusi BBM bersubsidi butuh intervensi cepat melalui pemetaan ulang. Penambahan titik SPBU di wilayah kebutuhan tinggi akan langsung mengurai beban pada SPBU yang sudah ada sekarang,” ujarnya, Selasa (05/05).
Yono menjelaskan, kondisi saat ini memaksa kendaraan dari berbagai penjuru berkumpul pada satu titik tertentu. Hal ini menciptakan efek domino, mulai dari kemacetan hingga potensi kecelakaan lalu lintas. Dengan adanya titik baru, beban distribusi akan terbagi secara merata ke beberapa wilayah strategis.
DPRD, lanjutnya, kini tengah mengkaji teknis terkait lokasi mana saja yang paling mendesak untuk segera dibangun fasilitas pengisian bahan bakar. Pihaknya juga berencana menjalin komunikasi intensif dengan PT Pertamina dan Pemerintah Kota Balikpapan guna mempermudah proses perizinan bagi investor yang berminat.
“Kami ingin pelayanan publik di sektor energi ini berjalan efektif. Warga tidak perlu membuang waktu berjam-jam hanya untuk mengisi tangki kendaraan mereka. Kita harus menghadirkan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jalan,” jelasnya.
Selain itu, DPRD juga tetap mengawasi sistem pengawasan di lapangan. Yono mengingatkan agar kemudahan akses ini nantinya tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi dari BBM subsidi. Pihak dewan meminta usulan ini mendapat respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan. Agar dalam waktu dekat, titik-titik SPBU baru tersebut mulai beroperasi. (man)
