Pasca Pandemi, SMPN 1 Balikpapan Prioritaskan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan Anak Lewat Program Sekolah Ramah Anak
Bakikpapan – Memahami bahwa tantangan pendidikan pascapandemi tidak hanya terkait capaian akademik, tetapi juga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional siswa, SMPN 1 Balikpapan menyelenggarakan In House Training (IHT) untuk memperkuat penerapan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari DP3AKB Kota Balikpapan dan mengusung tema “Sekolah Ruang Aman untuk Anak”.
SRA menjadi pendekatan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pemulihan psikologis anak setelah melewati masa pembatasan sosial, perubahan pola belajar, dan tekanan emosional berkepanjangan selama pandemi. Lingkungan sekolah tidak cukup hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga harus memastikan ruang belajar bebas dari kekerasan, perundungan, dan tekanan mental.
Analis Kebijakan Ahli Muda DP3AKB Kota Balikpapan, Sofya Anita, menekankan bahwa rasa aman dan kenyamanan emosional merupakan kebutuhan utama anak di era pembelajaran saat ini.
“Anak-anak akan lebih produktif dan berprestasi ketika mereka hadir di lingkungan yang membuat mereka merasa aman dan diterima. Guru pun dapat mengajar lebih optimal ketika kelas terbebas dari ketegangan emosional,” jelasnya.
Pelatihan ini membekali guru dan tenaga pendidik dengan pemahaman mengenai deteksi dini risiko tekanan psikologis, penanganan komunikasi empatik, hingga teknik menciptakan suasana kelas yang menyenangkan bagi anak. Tidak hanya konsep, tetapi langkah praktis membangun budaya positif juga menjadi perhatian utama.
Menurut Sofya, menguatkan kesehatan mental anak di sekolah bukan sekadar tugas pendampingan, tetapi bagian dari proses pendidikan itu sendiri.
“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak. Karena itu, memastikan sekolah sebagai ruang aman bukan pilihan—melainkan kewajiban bersama,” ujarnya.
DP3AKB juga memastikan keberlanjutan pendampingan bagi sekolah—mulai dari penyusunan kebijakan, penguatan kapasitas guru, hingga edukasi berkelanjutan—agar konsep sekolah ramah anak benar-benar terealisasi dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Melalui penerapan SRA yang berpihak pada kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis anak, SMPN 1 Balikpapan bertekad menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.
(Man)
