PDAM Kampanyekan Bijak Gunakan Air
Balikpapan – Hingga saat ini PDAM Kota Balikpapan masih menemukan cukup banyak kasus bengkaknya tagihan air oleh pada pelanggan. Kebanyakan dari pelanggan merasa tidak menggunakan air berlebihan dan masih dalam taraf batasan sewajarnya.
Untuk menghindarkan pelanggan dari kasus tagihan air yang membengkak, maka Humas PDAM Balikpapan, Suryo Hadi Prabowo memberikan informasi beberapa penyebab yang mengakibatkan tagihan air menjadi bengkak meski tidak menggunakan air secara berlebihan.
“Setidaknya ada 5 penyebab utama tagihan PDAM menjadi bengkak,” ujarnya kepada wartawan.
Suryo merincikan 5 penyebab tersebut yakni kebocoran besar dan kecil pada pipa persil milik pelanggan setelah meteran, terlupa menutup keran-keran air dirumah dengan durasi yang cukup lama sehingga air terbuang percuma, kerusakan pada pelampung dan bak penampungan toilet duduk sampai air akan terbuang di dalam closet, kerusakan pelampung otomatis tandon/ tangki rusak sehingga menerus mengalir meskipun tangki sudah penuh dan pola pemakaian air yang boros karena tidak memiliki bak/ tandon penampungan.
“Maka perlu melakukan pemantauan pada penggunaan air di rumah mulai saat ini. Cara memastikan ada kebocoran atau tidak bisa dengan mengecek stop keran air. “Pastikan stop keran airnya tidak dol (rusak),” jelasnya.
Suryo menambahkan instalasi sambungan air yang terjadi di rumah merupakan tanggung jawab pelanggan. Sementara tanggung jawab Perumda Tirta Manuntung sampai di batas meter. Kalau terjadi kebocoran teridentifikasi sebelum meter, maka menjadi tanggung jawab Perumda Tirta Manuntung Balikpapan dan pelanggan tidak dikenakan biaya apa pun. Tetapi kalau kebocoran teridentifikasi ada pada instalasi sambungan pipa setelah meteran, maka itu sudah termasuk wilayah pelanggan. (ana)
