Pemerintah Minta Tokoh Masyarakat Jadi Penggerak Demokrasi

Balikpapan – Sejumlah tokoh masyarakat Balikpapan Barat mendapat pesan penting untuk terlibat aktif dalam menjaga kualitas demokrasi daerah. Pesan itu mengemuka dalam sosialisasi pendidikan politik bertema “Peran Strategis Tokoh Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Demokrasi Daerah” yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Balikpapan Barat, Kamis (07/08).

Acara yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan tersebut menghadirkan Ketua KPU Kota Balikpapan serta perwakilan dari Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya pendidikan politik yang merata, tidak hanya di kalangan partai atau elite, tetapi juga di tingkat masyarakat akar rumput.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Balikpapan, Sutadi menilai demokrasi akan tumbuh sehat bila tokoh masyarakat mengambil peran strategis. Khususnya keterlibatan publik dalam setiap tahapan pemilu. Ia menginginkan partisipasi masyarakat tidak sebatas hadir di bilik suara tapi mengawal demokrasi berjalan lancar.

“Tokoh masyarakat harus menjadi teladan, penyampai informasi yang benar, sekaligus penyejuk ketika muncul perbedaan pandangan politik. Dari tangan mereka, masyarakat bisa belajar berdemokrasi secara cerdas dan partisipatif,” ujarnya.

Sutadi menekankan bahwa peran tokoh masyarakat tidak berhenti pada saat pemilu. Mereka juga berperan dalam menjaga ruang publik tetap kondusif setelah pesta demokrasi usai. Apalagi kualitas demokrasi akan meningkat jika warga memahami proses, mengawasi jalannya pemilu dan berani menyampaikan kritik yang konstruktif.

“Kami ingin tokoh masyarakat ikut mengawal demokrasi sepanjang waktu, bukan hanya lima tahun sekali. Karena tokoh masyarakat berada paling dekat dengan rakyat. Mereka berinteraksi langsung dengan warga sekitar,” lanjutnya.

Menurut Sutadi tokoh masyarakat berfungsi sebagai jembatan pengetahuan politik. Mereka bisa mengedukasi warga agar tidak mudah terprovokasi isu yang menyesatkan. Maka mereka harus membekali diri dengan wawasan kebangsaan agar dapat menjaga persatuan di lapangan.

“Kami ingin masyarakat jadi lebih paham bahwa demokrasi bukan hanya soal pemilu. Demokrasi adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga nilai kebangsaan dan kebersamaan. Cara pandang ini yang harus tersosialisasi,” tuturnya lagi.

Sutadi berharap kegiatan semacam ini bisa membangun demokrasi yang partisipatif, cerdas dan berkualitas. Mengingat Balikpapan membutuhkan tokoh masyarakat yang mampu menggerakkan partisipasi warganya. Bukan hanya saat pemilu tapi setiap hari dalam konteks kebersamaan sesama warga negara. (man)