Gandeng Mahasiswa, BPPDRD Sosialisasikan Aplikasi

Balikpapan – Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan mengintensifkan sosialisasi pembayaran pajak daerah secara digital melalui aplikasi “Kontengan”. Langkah ini bertujuan memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban pajaknya tanpa harus datang langsung ke kantor pajak.

Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham, mengatakan pihaknya ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Ia menyebut kemudahan teknologi ini menjadi jawaban atas tantangan pelayanan publik di era digital.

“Kami ingin warga Balikpapan menjadi warga yang bijak dengan membayar pajaknya tepat waktu. Lewat Kontengan prosesnya cepat, mudah dan aman. Karena kami dekat dengan Anda,” ujarnya, Kamis (07/08).

Sosialisasi ini, lanjut Idham, semakin efektif karena BPPDRD bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Mahasiswa terlibat langsung dalam memberikan edukasi kepada warga di berbagai wilayah. Mereka membantu menjelaskan cara mengunduh, mendaftar, hingga melakukan transaksi pembayaran di aplikasi.

“Mahasiswa punya energi dan semangat untuk turun ke lapangan. Mereka bisa menyampaikan informasi secara sederhana. Jadi warga kita lebih mudah memahami manfaat Kontengan. Makanya kami lihat mahasiswa mampu memperluas jangkauan sosialisasi,” jelasnya.

Aplikasi Kontengan, menurut Idham, telah dirancang untuk mengakomodasi berbagai jenis pajak daerah. Seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, restoran, reklame hingga pajak hiburan. Semua bisa dibayar melalui ponsel pintar tanpa harus antre. Pihaknya juga meminta komentar dari masyarakat yang sudah mencoba layanan tersebut.

“Responden mengaku puas dengan layanan tersebut. Mereka bayar PBB pakai Kontengan cuma butuh waktu beberapa menit. Bukti pembayarannya langsung keluar dan tersimpan di ponsel,” tuturnya lagi.

BPPDRD juga menegaskan bahwa pembayaran digital tidak hanya menghemat waktu. Tetapi juga mengurangi risiko kehilangan dokumen bukti pembayaran. Semua riwayat transaksi tersimpan otomatis di aplikasi.

Selain itu, tambah Idham, sosialisasi ini sekaligus menjadi upaya mendorong literasi digital masyarakat. Mahasiswa KKN Unmul menyisipkan materi tentang keamanan transaksi online. Termasuk pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi.

“Banyak warga yang awalnya ragu, takut ribet atau khawatir data mereka bocor. Kami jelaskan langkah-langkah amannya. Termasuk memilih koneksi internet yang stabil dan tidak membagikan kode OTP kepada siapa pun,” tambahnya. (man)