Pemkot Jaga Ketat Tata Ruang
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan peningkatan investasi yang masuk ke daerah tidak akan mengganggu tata ruang dan kondisi lingkungan kota. Komitmen ini pemerintah tegaskan untuk menjaga kualitas kawasan perkotaan agar tetap aman, sehat dan berkelanjutan. Meski pembangunan terus berkembang di berbagai sektor.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi mengatakan pemerintah tidak akan mengorbankan lingkungan hanya demi percepatan investasi.
“Kami berkomitmen menjaga tata ruang wilayah meski investasi yang masuk terus meningkat. Kami tidak ingin Balikpapan mengalami hal yang sama seperti beberapa daerah lain, banyak investasi masuk tetapi lingkungan tidak terjaga hingga akhirnya menimbulkan bencana,” ujarnya, Selasa (11/11).
Helmi menyebut tata ruang menjadi instrumen penting dalam mengendalikan arah pembangunan kota. Pemerintah kota menerapkan pengawasan ketat terhadap izin lingkungan, kesesuaian pemanfaatan ruang, dan standar teknis pembangunan. Hal itu untuk memastikan seluruh aktivitas investasi selaras dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW).
“Setiap investor harus mengikuti aturan tata ruang. Kami memastikan izin yang dikeluarkan sesuai dengan kawasan yang sudah ditetapkan dalam RTRW. Pembangunan harus tetap menjaga keseimbangan ekologis,” jelasnya.
Pemerintah, lanjut Helmi, juga memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh proses pengawasan berjalan efektif. DPMPTSP bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan instansi teknis lainnya untuk menilai kelayakan usaha sebelum izin dikeluarkan.
“Kami tidak bekerja sendiri. Beberapa instansi jelas terlibat dalam konsultasi perizinan. Semua proses kami lakukan secara terpadu agar tidak ada celah yang dapat merusak tata kelola ruang kota,” tuturnya lagi.
Helmi menambahkan pertumbuhan ekonomi harus berjalan berdampingan dengan perlindungan lingkungan. Pemerintah Kota Balikpapan berharap seluruh investor dapat mematuhi aturan tata ruang dan ikut menjaga kelestarian lingkungan. Di mana melalui pengawasan ketat dan penerapan perizinan berbasis digital, pemerintah optimistis Balikpapan dapat mengelola pertumbuhan investasi tanpa menimbulkan risiko ekologis.
“Kami ingin investasi berkembang tapi tidak mengorbankan keberlanjutan kota. Pembangunan harus bermanfaat sekaligus menjaga kualitas hidup masyarakat. Ini bagian fondasi kita dalam pembangunan berbasis ramah lingkungan,” tambahnya. (man)
