Pemkot Perkuat Sinergi Pusat Daerah

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Komjen (Purn) Akhmad Wiyagus. Hal ini sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas berbagai isu strategis pemerintahan dan pembangunan daerah yang berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung, Wamendagri bersama jajaran Pemkot membahas sejumlah agenda prioritas nasional yang perlu dioptimalkan di daerah. Beberapa di antaranya mencakup penguatan program Koperasi Merah Putih, sinkronisasi kebijakan pusat-daerah, peningkatan tata kelola pemerintahan serta upaya percepatan penanganan isu-isu perkotaan. Seperti pengendalian inflasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan kedatangan Wamendagri sebagai wujud perhatian pemerintah pusat terhadap daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut. Ia menyebut, pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam mempercepat integrasi kebijakan agar selaras antara pusat dan daerah.

“Kami berterima kasih atas kunjungan Wamendagri yang memberikan perhatian besar terhadap arah pembangunan Balikpapan. Kami ingin sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat,” ujarnya, Rabu (12/11).

Rahmad menjelaskan, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keselarasan program strategis nasional dengan prioritas pembangunan kota. Salah satu fokus utama, katanya, adalah memastikan agar kebijakan pusat yang dijalankan di daerah dapat memberikan manfaat nyata bagi warga. Terutama dalam sektor ekonomi, pelayanan publik dan ketahanan sosial.

“Balikpapan memiliki peran penting sebagai kota penyangga IKN. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh kebijakan yang turun dari pusat benar-benar efektif dan adaptif terhadap kondisi di lapangan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, menurut Rahmad, Wamendagri juga mendorong Pemkot Balikpapan memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis digital dan meningkatkan partisipasi publik. Ia menilai keterbukaan informasi dan pelayanan cepat menjadi indikator penting dalam mewujudkan birokrasi modern yang berdaya saing.

“Balikpapan memiliki potensi besar. Jika pengelolaan pemerintahan dan pelayanan publiknya semakin efisien, kota ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tuturnya lagi.

Rahmad menambahkan hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas OPD. Termasuk dalam merumuskan langkah-langkah konkret menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di tahun mendatang. “Kami siap berkolaborasi dan terus memperkuat integrasi kebijakan. Agar seluruh masyarakat Balikpapan merasakan hasil pembangunan secara nyata,” pungkasnya. (man)