Pencarian Sumber Air Baku PDAM Masih Dikaji
Balikpapan – Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, masih akan mengkaji rencana penyulingan air asin menjadi air tawar untuk memenuhi kebutuhan air baku PDAM. Mengingat perusahaan operator air milik daerah yang kini berganti nama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung ini hanya bergantung dengan sumber air baku di Waduk Manggar.
“Penyulingan air asin masih dipelajari lagi. Kita memang perlu sekali air baku baru. ada dua rencana awalnya tapi memang belum realisasinya,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (01/01).
Saat ini, lanjut Rahmad, ada dua rencananya pemenuhan air baku untuk Balikpapan. Yakni mengambil air baku dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Karena pemerintah pusat tengah membangun Bendungan Sepaku Semoi di lokasi Ibu kota Negara (IKN). Kemudian ada juga rencana penyulingan air laut karena jelas stoknya berlimpah.
“Kita jelas harus punya pertimbangan secara ekonomis menyangkut pembiayaan. Kan anggaran kita juga terbatas. Kita juga harus berhitung soal menguntungkan atau tidak. Nanti saya cermati dulu. Khususnya kemampuan daya belinya kalau pakai air laut,” tuturnya lagi.
Menurut Rahmad, laporan yang ada menyebutkan Kota Balikpapan hingga kini masih kekurangan air baku sekitar 347 liter per detik. Karena kebutuhan air baku mencapai 1.658 liter per detik. Sehingga masih banyak yang belum terlayani air bersih. Sejauh ini air baku yang tersedia dari Waduk Manggar hanya sekitar 1.034 per detik, lalu Bendungan Tritip sekitar 80 liter per detik dan sejumah sumur bor sekitar 217 liter per detik. (*/man)
