Pemkot Luncurkan Aplikasi Sapa Warga
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus berupaya mempercepat proses birokrasi di berbagai bidang. Salah satunya melalui peluncuran aplikasi “Sapa Warga”, Pemkot kini memindahkan seluruh urusan pelayanan publik ke dalam genggaman ponsel pintar. Langkah ini terealisasi dalam forum High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham Mustari mengatakan keberadaan aplikasi ini merupakan bagian inovasi. Di mana pemerintah berkomitmen untuk mengubah wajah layanan konvensional menjadi serba digital. Apalagi digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan melainkan sudah menjadi kebutuhan.
“Jadi kecepatan pelayanan itu menjadi kunci utama. Kita bisa dapatkan feedback kepuasan masyarakat jika pelayanan sudah prima. Makanya kami ingin warga merasakan kemudahan luar biasa. Tidak ada lagi antrean panjang atau prosedur yang berbelit-belit,” ujarnya, Rabu (15/04).
Idham menyebut aplikasi Sapa Warga mengintegrasikan berbagai jenis layanan retribusi. Warga bisa memantau, membayar, hingga menerima bukti transaksi secara real-time. Sistem ini menutup celah pungutan liar karena meminimalkan interaksi tatap muka.
Selain itu, lanjutnya, dukungan penuh mengalir dari sektor perbankan. Bank Indonesia dan Bank Kaltimtara hadir sebagai mitra strategis dalam memperkuat infrastruktur pembayaran digital. Kolaborasi ini memastikan keamanan setiap transaksi yang dilakukan masyarakat melalui aplikasi tersebut.
“Kami melibatkan perbankan. Karena mereka juga mendukung ekosistem nontunai di Balikpapan. Digitalisasi daerah jelas mampu mempercepat perputaran ekonomi lokal. Tinggal pihak warga memanfaatkan kemudahan yang ada ini,” jelasnya.
Menurut Idham peluncuran ini mengubah peta pelayanan publik di Kalimantan Timur. Balikpapan memosisikan diri sebagai pionir kota pintar yang responsif terhadap kebutuhan zaman. Pemkot optimistis indeks digitalisasi daerah akan meningkat drastis pada tahun ini.
Ke depannya, tambah Idham, aplikasi Sapa Warga akan terus mendapatkan pengembangan fitur secara berkala. Pemerintah berkomitmen menyerap aspirasi pengguna untuk menyempurnakan performa aplikasi. Sehingga masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas modern ini demi kenyamanan bersama.
“Nanti kami pasti ada sosialisasi ke warga terkait aplikasi. Ini sangat perlu agar tidak ada yang merasa lama antri bayar pajak daerah. Karena semua tinggal klik di HP masing-masing saja,” tambahnya. (man)
