Lokakarya Pembelajaran Mendalam dan STEM Digelar di Balikpapan
BALIKPAPAN -Pemerintah pusat mendorong penerapan pembelajaran mendalam dan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) secara lebih luas di sekolah. Penguatan implementasi tersebut dilakukan melalui lokakarya yang melibatkan guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran.
Lokakarya bertajuk praktik pembelajaran mendalam dan STEM untuk guru digelar di Hotel Novotel Balikpapan, Kamis (1/10/2026), dengan menghadirkan kepala sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan Madrasah Se Balikpapan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemahaman tenaga pendidik terhadap program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Prof. Dr. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., mengatakan pihaknya menggandeng Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, untuk memperluas sosialisasi dan lokakarya program prioritas kementerian.
Menurut Toni, kolaborasi tersebut penting agar pemahaman terhadap kebijakan pendidikan tidak berhenti pada tingkat pusat, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh satuan pendidikan.
“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Ibu Hetifah untuk melakukan banyak sosialisasi atau lokakarya terkait program prioritas kami, sehingga ketercapaian program prioritas ini bisa kita ukur dalam waktu yang sudah kami pastikan,” ujar Toni.
Ia menjelaskan, pembelajaran mendalam dan STEM merupakan bagian dari program prioritas yang dinilai dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Karena itu, implementasinya perlu dilakukan secara masif, termasuk dengan melibatkan anggota DPR dalam pengawasan dan penguatan sosialisasi.
“Program prioritas ini sangat bisa mendorong percepatan kualitas, sehingga kami harus lakukan secara masif termasuk melalui anggota DPR,” katanya.
BKPDM juga menyiapkan mekanisme pemantauan untuk melihat perubahan yang terjadi setelah kebijakan diterapkan di sekolah. Monitoring dilakukan melalui dashboard monitoring system yang digunakan untuk memantau perkembangan penerapan pembelajaran mendalam di lapangan.
“Program ini kami awasi di bawah kendali Ibu Kapus untuk memonitoring bagaimana perubahan yang terjadi di lapangan melalui dashboard monitoring system untuk pembelajaran mendalam ini,” jelas Toni.
Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Dr. Ir. Hj. Hetifah Sjaifudian, MPP., berharap praktik-praktik baik yang telah berkembang di Balikpapan dan Kalimantan Timur dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengembangan kebijakan pendidikan.
Ia menilai daerah memiliki berbagai pengalaman dalam menerapkan praktik pembelajaran yang dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah dalam memperkuat kebijakan nasional.
“Saya cuma berharap pengalaman Balikpapan dan Kaltim yang sesungguhnya banyak praktik, mudah-mudahan bisa juga menjadi perhatian dari Kemendikdasmen, terkhusus Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah ini,” ujar Hetifah.
Menurutnya, lokakarya tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi forum sosialisasi, tetapi menghasilkan pemahaman yang dapat menjadi panduan bagi guru dalam menerapkan kebijakan pembelajaran di sekolah.
“Dengan sosialisasi dan lokakarya ini bukan sekadar pertemuan, tapi akan menjadi sesuatu yang menjadi panduan,” katanya.
Hetifah menambahkan, DPR juga memiliki peran untuk memastikan kebijakan pendidikan yang ditetapkan pemerintah pusat dapat diterapkan secara efektif di daerah.
“Tugas DPR juga tentunya untuk melihat sejauh mana kebijakan-kebijakan di pusat itu memang bisa diterapkan dengan baik,” ujarnya.
Lokakarya tersebut menghadirkan Dr. Yogi Anggraena selaku Ketua Tim Kerja Kurikulum dan Nur Rofika Ayu Shinta Amalia sebagai Ketua Tim Kerja Pembelajaran. (Man)
